RASI MEDIA – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora) Kabupaten Magetan memanfaatkan momentum hari ulang tahun (HUT) ke-7 untuk memperkuat jaringan partai sekaligus mendorong kader muda memahami dinamika geopolitik dunia. Ketua DPD Partai Gelora Kabupaten Magetan Ali Robert mengatakan, usia tujuh tahun belum menjadikan partainya matang sepenuhnya. Menurut dia, Partai Gelora masih perlu terus belajar, berkembang, dan memperkuat pendidikan politik bagi para kader. “Kalau kita bicara mapan, justru kita masih amat sangat belia. Ibarat anak usia tujuh tahun, kita masih perlu tuntunan, perlu belajar, dan perlu pendidikan,” kata Ali Robert.
Ia menjelaskan, salah satu fokus Partai Gelora pada usia ketujuh adalah memberikan pemahaman kepada kader muda mengenai berbagai narasi politik nasional dan perkembangan geopolitik internasional. Menurut Ali, pemahaman geopolitik penting agar generasi muda tidak hanya mengikuti arus informasi, tetapi juga mampu memahami dampak peristiwa global terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. “Jujur, mungkin banyak masyarakat yang belum tahu apa itu geopolitik dan bagaimana keadaan politik dunia. Karena itu, kader muda perlu mendapatkan pembelajaran agar memahami apa yang sebenarnya terjadi di dunia,” ujarnya.
Ali mencontohkan konflik Iran, Israel, dan Amerika Serikat yang menurutnya berpotensi memengaruhi harga minyak dunia dan kondisi energi di berbagai negara. Ia menilai, pemahaman terhadap situasi tersebut perlu disampaikan kepada masyarakat agar generasi muda dapat menyikapi kebijakan pemerintah berdasarkan informasi dan konteks yang utuh. “Ketika perang antara Iran, Israel, dan Amerika masih berlanjut, salah satu dampaknya adalah harga minyak dunia bisa naik. Di sejumlah negara Eropa, kita melihat persoalan pasokan bahan bakar. Sementara itu, masyarakat Indonesia masih mendapatkan subsidi dari pemerintah,” kata Ali.
Karena itu, ia meminta kader muda Partai Gelora turut memberikan edukasi politik kepada masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dipahami secara menyeluruh. Ali menegaskan, DPD Partai Gelora Magetan akan terus mendukung kebijakan Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebut dukungan tersebut menjadi bagian dari sikap politik partainya dalam mengawal program pemerintah. “Partai Gelora akan selalu mendampingi Bapak Presiden Prabowo dengan berbagai kebijakannya. Kami ingin kader memahami program-program pemerintah dan bisa menjelaskan kepada masyarakat,” ujarnya.
Perkuat Jaringan Menuju Verifikasi Partai
Selain pendidikan politik, Ali mengatakan, DPD Partai Gelora Magetan mulai memperkuat jaringan organisasi sebagai persiapan menghadapi tahapan verifikasi partai politik. Menurut dia, penguatan struktur menjadi prioritas agar partai memiliki kesiapan organisasi untuk mengikuti proses verifikasi dan berpartisipasi dalam pemilu mendatang. “Kami secara nyata terus memperkuat jaringan. Di Magetan, kami mempersiapkan berbagai hal untuk mengikuti verifikasi. Kami ingin memastikan organisasi benar-benar siap,” katanya.
Ali menegaskan, partainya memilih mengembangkan organisasi secara bertahap daripada terburu-buru membicarakan target jabatan politik atau pencalonan anggota legislatif. “Kami tidak bermuluk-muluk. Kami melangkah satu demi satu. Saat ini, kami fokus mengembangkan narasi, mempersiapkan jaringan partai, dan memperkuat organisasi,” ujarnya.
Dalam momentum HUT ke-7 tersebut, Ali juga menyampaikan harapan agar keberadaan kepengurusan Gelora Muda dapat menjadi pintu masuk untuk memperluas keterlibatan generasi muda dalam politik. Ia menyebut kepengurusan Gelora Muda yang hadir dalam agenda tersebut berjumlah 19 orang. Keberadaan mereka diharapkan menjadi modal awal untuk memperluas jaringan dan memperkuat kaderisasi. “Alhamdulillah, hari ini kepengurusan Gelora Muda hadir semua. Dengan hadirnya 19 orang dalam kepengurusan ini, mudah-mudahan kami bisa terus mengembangkan jaringan dan memperluas keterlibatan anak muda,” kata Ali.
Ia berharap, kader muda tidak hanya menjadi peserta dalam kegiatan politik, tetapi juga mampu memahami persoalan bangsa, mengikuti perkembangan dunia, dan berkontribusi melalui pendidikan politik di tengah masyarakat.