Connect with us

Politik

Di tengah Kekurangan Pupuk, Pengusaha Pupuk Organik Belum Dapat Perhatian Pemerintah Daerah

Published

on

Di tengah Kekurangan Pupuk,  Pengusaha Pupuk Organik Belum Dapat Perhatian Pemerintah Daerah

Di tengah Kekurangan Pupuk,  Pengusaha Pupuk Organik Belum Dapat Perhatian Pemerintah Daerah

Rasi Fm – Ditengah keluhan petani akan sulitnya pupuk bersubsidi, produsen pembuat pupuk organic justru belum mendapat perhatian dari pemerintah daerah. Bagus Permadi pendamping pembuat pupuk dari BUMDes Desa Manjung Kecamatan Panekan mengaku belum ada bantuan untuk meningkatkan produksi pupuk organic yang dikembangkan oleh BUMDes. Selama ini seluruh kegiatan produksi dikerjakan secara manual. Bahkan alat penghancur pupuk terpaksa menggunakan mesin pencacah rumput milik petani karena minimnya anggaran yang dimiliki oleh BUMDes. Semua proses pembuatan pupuk organic di Bumdes Manjung dilaksanakan secara manual.
“Nganggur istilahnya selama kurang lebih 6 tahun untuk alat itu, kemudian dari Bum Desa kita daripada beli karena modal kita belum punya akhirnya kita benahi merestorasi agar bisa dipakai akhirnya kita memakai seadanya,” ujarnya.
Bahkan untuk bahan baku pembuatan pupuk organik yang diproduksi BUMDes Desa Manjung masih mengandalkan bantuan dari pemilik sapi yang dengan suka rela memberikan kotoran sapi kepada pemuda di Desa Manjung. Bagus Permadi menambahkan, bahan baku kotoran sapi saat ini dikumpulkan oleh relawan Bumdes dengan menggunakan gerobak roda 3. Kotoran sapi duluya merupakan limbah yang merugikan petani karena dibuang ke saluran air dan mencemari air pertanian.
“Tanaman mereka tidak subur karena ada kotoran sapi yang ada gas gas yang masih aktif yang akirnya mengakibatkan tumbuhan itu rusak. Akhirnya dari Bumdes Desa Manjung berinisiatif mengelola limbah limbah tersebut,” imbuhnya.
Sementara Kepala Desa Manjung Siswanto berharap pemerintah daerah memberikan bantuan terutama peralatan untuk menghancur pupuk dan pengayak pupuk agar kualitas pupuk organic yang dihasilkan Bumdes Desa Manjung bisa maksimal. Bumdes Desa Manjung mampu menghasilkan 8 ton pupuk organic setiap bulan yang dipasarkan di luar Kabupaten Magetan seperti Madiun dan Ponorogo. Sementara petani lokal saat ini masih lebih senang menggunakan pupuk kimia.
“Harapan pemerintah desa, pemerintah daerah itu mensuport mengemebangkan Bumdes, Syukur syukur kalau nanti pemerintah daerah bisa mengalokasikan terkait masalah mesin atau penunjang yang lain untuk peningkatan Bumdes di Desa Manjung,” katanya.
Sebelumnya petani di Kabupaten Magetan mengeluhkan sulitnya mendapatkan pupuk ditengah pengurangan kuota pupuk bersubsidi. Sayangnya pemerintah daerah belum mengembangkan penggunaan pupuk organic yang diproduksi oleh BUMDesa untuk mengatasi kelangkaan pupuk. (DmS).

Baca Juga:  Polres Magetan Musnahkan Puluhan Knalpot Bronk Hasil Operasi Patuh Semeru 2020

 151 total views,  3 views today

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *