Connect with us

Politik

20 Persen Kelompok Tani di Magetan Belum Mengajukan RDKK Pupuk Bersubsidi.

Published

on

20 Persen Kelompok Tani di Magetan Belum Mengajukan RDKK Pupuk Bersubsidi.

20 Persen Kelompok Tani di Magetan Belum Mengajukan RDKK Pupuk Bersubsidi.

Rasi Fm _ Dinas Pertanian Kabupaten Magetan mencatat masih ada sekitar 20 persen dari kelompok tani yang belum mengajukan kuota pupuk bersubsidi melalui Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Magetan Edy Suseno mengatakan, jika hingga penutupan e-RDKK yang dilakukan secara online tersebut ada kelompok tani yang tidak mengajukan kuota pupuk bersubsidi maka para petani tersebut dipastikan tidak akan mendapat alokasi pupuk bersubsidi tahun 2021 mendatang.
“Setahun sekali dan untuk tahun 2021 hari ini sedang ditunggu dan kita baru menerima 80 persen dari kelompok tani yang memasukkan RDKK. Nanti kalau dia terlambat pada e-RDKK , itukan portal system internet, ketika sudah ditutup ia tidak mengajukan RDKK dia tidak akan mendapat pupuk untuk tahun 2021,” ujarnya.
Edy menambahkan, untuk penyaluran pupuk bersubsidi petani juga harus aktif mengawasi dan mengetahui kuota pupuk bersubsidi yang mereka dapatkan sehingga bisa meminimalisir permasalahan jumlah kuota yang diterima petani. Dia mengatakan, data SK camat terkait pupuk bersubsidi bisa diketahui dari informasi jumlah kuota yang ditempel di kios penyalur dimana setiap kios penyalur wajib menempel informasi kuota pupuk bersubsidi bagi petani tersebut. Kelompok tani juga bisa meminta SK Camat setempat terkait kuota pupuk bersubsidi bagi kelompok mereka kepada PPL setempat. Kuota pupuk bersubsidi yang diajukan petani belum tentu sesuai dengan RDKK yang diajukan petani, namun acuan penyaluran pupuk bersubsidi sesuai dengan SK Camat.
“SK camat tu diberikan kepada kelompok dan juga kios tembusannya ke kios dan kelompok. Mereka berhak tahu. Jadi RDKK usulannya misalkan 10 ton, alokasi camat hanya 6 ton, dia harus tahu o… jatahku ternyata jatahku hanya 6 ton. Kios juga harus tahu jatah kelompok ini hanya 6 ton bukan 10 ton sesuai permintaan,” imbuhnya.
Meski mengetahui pentingnya pengajuan RDKK melalui rapat kelompok tani, namun sejumlah kelompok tani di Magetan masih ada yang belum aktif melakukan pertemuan untuk membahas pengajuan RDKK pupuk bersubsidi. Vakumnya kegiatan kelompok tani bisa saja digunakan oleh oknum tertentu untuk tetap mengajukan RDKK tanpa melaksanakan pertemuan kelompok tani sehingga kebutuhan akan pupuk bersubsidi bagi petani disinyalir akan bermasalah karena tidak sesuai dengan kebutuhan real petani di lapangan, atau kuota pupuk bersubsidi tersebut bisa dimanfaatkan oleh oknum tertentu tanpa petani mengetahui bahwa mereka mendapat kuota pupuk bersubsidi. (DmS)

Baca Juga:  Satu Guru di Maospati Terkonfirmasi Positif, Satgas Swap 15 Orang Yang Kontak Erat.

 226 total views,  3 views today

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *