Connect with us

HUMANIS

Mengenal Mbah Sungkowo Yang Lahir dan Tinggal di Bantaran Kali Gandong, Saksi Longsornya Makam Ki Mageti.

Published

on

Mengenal Mbah Sungkowo Yang Lahir dan Tinggal di Bantaran Kali Gandong, Saksi Longsornya Makam Ki Mageti.

Rasi Fm – Mbah Sungkowo (80) adalah warga Gang Lorokan Kelurahan Kebon Agung Magetan yang lahir dan tinggal tak jauh dari Kali Gandong. Rumahnya yang terbuat dari kayu dan berdinding anyaman bambu berjarak hanya beberapa meter dari aliran Kali Gandong. Untuk menuju rumah Mbah Sungkowo harus menuruni jalan menurun ke lembah Kali Gandong. Meski tinggal tak jauh dari aliran Kali gandong, namun mbah Sungkowo mengaku tak pernah sekalipun rumahnya kebanjiran, meski beberapa kali Kali Gandong mengalami bajir besar. Salah satu peristiwa banjir besar adalah pada tahun 2012, dimana banjir mengakibatkan dasar sungai mengalami erosi yang membuat sejumlah tebing mengalami longsor. Salah satu lokasi yang longsor adalah lokasi makam tokoh berdirinya Kabupaten Magetan Ki Ageng Mageti.
“Dari kecil, saya asli sini. Kalau malam sendiiri kalau siang dtemani cucu dan adik saya. Banjir besar tidak khawatir. Banjir Kali gandong besar besar tapi nggak sampai atas. Dulu bisa ditanami ubi pinggir sungai,’ ujarnya.
Mbah Sungkowo merupakan salah satu warga Magetan yang menjadi saksi perkembangan dari makam Ki Ageng Mageti. Menurutnya dulu Makam Ki Ageng Mageti memiliki luas 7 hingga 10 meter sebelum longsor. Dulu juga banyak warga yang mengunjungi makam Ki Ageng Mageti sebelum longsor, namun dengan kondisi longsor hanya beberapa warga saja yang saat ini masih berkunjung.
“ Kyai Mageti sudah lama longsor, ke Utara ada 3 meteran, masih luas. Itu longsor kedua, longsor pertama cungkupnya jatuh sampai ke bawah. Longsor pertama itu cungkupnya hancur,” imbuhnya.
Mesti tiggal sendiri di rumahnya yang sederhana, Mbah Sungkowo mengaku akan tetap tinggal di bantaran Kali Gandong. Bahkan peristiwa longsornya salah satu bangunan toko yang berada di atas rumahnya sehingga menghancurkan bangunan dapur miliknya pada akhir bulan Maret lalu tak menyurutkan niat Mbah Sungkowo untuk tetap memilih tinggal di bantaran Kali Gandong. Saat ini Mbah Sungkowo menunggu upaya ganti untung atas rusaknya bangunan dapur dan kamar mandi miliknya dari pemilik toko.
“ Jam 20:30, hujan deras petir menyambar nyambar itu. Hujannya lama deras sekali. Ini yang rusak dapur hanya ada kamar mandi saja. Nanti yang menanggung yang punya toko,” ucanya.
Selain Mbah Sungkowo, ada beberapa keluarga lainnya yang menetap di lembah bantaran Kali Gandong. Ditengah terbatasnya lahan di bantaran sungai, warga merawat pohon dan tanaman bambu yang tumbuh di lembah Kali Gandong untuk mencegah longsor. (DmS)

Baca Juga:  Pemkab Magetan Berikan Bantuan Pembangunan Rumah Layak Huni Kepada Keluarga Surati Yang Sempat Tinggal di Kandang Ayam.

 448 total views,  9 views today