Connect with us

Politik

Media Sosial Jadi Penyebaran Paham Radikalisme, Ini Langkah Bakesbangpol Magetan

Published

on

Media Sosial Jadi  Penyebaran Paham Radikalisme, Ini Langkah Bakesbangpol Magetan

Media Sosial Jadi  Penyebaran Paham Radikalisme, Ini Langkah Bakesbangpol Magetan

Rasi Fm – Maraknya penggunaan media sosial dimanfaatkan oleh pihak pihak tertentu untuk menyebarkan paham radikalisme. Untuk mengantisipasi penyebaran paham radikalisme Badan Kesatuan Kesatuan Kebangsaan dan Politik Bakesbangpol Kabupaten Magetan giat melakukan sosialisasi cara bermedia sosial dengan bijaksana. Kepala Bakesbangpol Kabupaten Magetan Iswahyudi Yulianto mengatakan, target penyebaran paham radikalisme melalui media sosial adalah usai remaja yang merupakan pengguna aktif media sosial.
“ Anak anak muda itu rentan, mudah galau. Disaat seperti itulah ideologi masuk. Media sosial itu salah alat yang paling efektif karena disitulah digenggam oleh anak muda. Saat anak anak muda membaca dicekoki dan dimasukkan, dan disitulah doktrin mulai jalan,” ujarnya Selasa (04/08/2020).
Selain melakukan kegiatan sosilaisasi, Bakesbangol Kabupaten Magetan munurut Yuli juga melaksanakan kegiatan pelatiahan ketrampilan untuk memberikan bekal kepada generasi muda kegiatan ekonomi produktif yang bisa dilakukan. Selain itu kegiatan keagamaan dan sarasehan kewaspadaan dini juga menjadi kegiatan rutin yang dilaksanakan Bakesbangpol Kabupaten Magetan. Melalui penguatan ekonomi warga Magetan diharapakan tidak mudah terpengaruh dengan paham radikalisme.
“Ada program program dari kementrian diberikan kepada bebrapa kegiatan contohnya pelaihan ada yangmenjahit ada yang memasak kegiatan yang lain lain. Kegiatan ini diharapkan orang orang itu lebih berfikir ekonomi produktif. Selain kegiatan keagamaan dan sebagainya kalau mereka mempunyai ekonomi yang lebih kuat mereka akan lebih melihat jangkauan yang lebih panjang,” imbuhnya.
Bakesbangpol Kabupaten Magetan juga mengajak generasi muda pengguna media sosial untuk melakukan croscek terhadap informasi yang beredar di media sosial. Pengguna media sosial hendaknya melakukan penelusuran terhadap kebenaran informasi yang berada sebelum ikut menyebarkan berita tersebut. (DmS)

Baca Juga:  Kasus Rumah Dirobohkan Dengan Alat Berat Kembali Terjadi Di Ponorogo

 127 total views,  3 views today

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *