Politik & Pemerintahan
Butuh Rp 26 Miliar, PUPR Magetan Siapkan Strategi Bertahap Atasi Banjir
Published
4 minggu agoon
By
rasinews
RASI MEDIA – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Magetan menaksir kebutuhan anggaran hingga Rp26 miliar untuk mengatasi persoalan banjir di sejumlah titik rawan. Kebutuhan tersebut mencakup penanganan jangka pendek, menengah, hingga panjang. Kepala Dinas PUPR Magetan, Muhtar Wahid, mengatakan pihaknya telah melakukan evaluasi menyeluruh bersama Bupati setelah kejadian banjir terakhir. Evaluasi dilakukan dengan menelusuri aliran air dari hulu ke hilir menggunakan teknologi drone.“Kemarin kami rapat dengan Ibu Bupati, kami sudah mengantisipasi untuk mengevaluasi itu semua, kenapa ini terjadi. Kami menerbangkan drone dari Terung sampai Sukomoro sambil menelusuri aliran air,” ujarnya.
Dari hasil evaluasi, banjir dipicu oleh sejumlah faktor, mulai dari curah hujan tinggi, kapasitas drainase yang tidak memadai, hingga faktor lingkungan seperti sampah dan penyempitan saluran oleh masyarakat.Muhtar menjelaskan, langkah cepat saat ini difokuskan pada normalisasi saluran dan pengerukan sedimentasi. Bahkan, alat berat sudah diterjunkan ke lapangan untuk mempercepat penanganan.“Sekarang ini sudah sedang aksi di lapangan, ekskavator kami bergerak. Saluran tidak hanya dinormalisasi, tapi juga harus diperlebar,” jelasnya.
Selain itu, PUPR juga menggandeng masyarakat, khususnya petani, untuk mendukung pelebaran saluran tanpa proses pembebasan lahan. Cara ini dinilai efektif untuk menekan biaya sekaligus mempercepat pekerjaan.Untuk penanganan jangka pendek, PUPR mengusulkan anggaran sekitar Rp2,5 miliar dari Belanja Tidak Terduga (BTT). Dana tersebut akan digunakan untuk normalisasi dan pembangunan sudetan guna mengurangi volume air di titik rawan.“Jangka pendek ini harus segera dilakukan supaya masyarakat merasa aman. Kami akan melakukan sudetan dari Serogo ke arah Kalisadon, termasuk aliran dari Perumahan Terung juga akan kami alihkan,” ungkapnya.
Sementara untuk jangka menengah dan panjang, PUPR merancang pembangunan sudetan permanen dengan konstruksi lebih kuat, termasuk penggunaan box culvert berukuran besar serta rekayasa elevasi jalan. Menurut Muhtar, secara teknis penanganan banjir tidak menjadi persoalan utama. Namun keterbatasan anggaran menjadi tantangan terbesar dalam merealisasikan rencana tersebut.“Kalau dari sisi teknis tidak ada kesulitan. Yang menjadi kendala adalah biaya. Untuk keseluruhan, kami usulkan sekitar Rp26 miliar untuk tiga bidang, SDA, Bina Marga, dan Cipta Karya,” tegasnya.
Ia menambahkan, selain perbaikan infrastruktur, perubahan perilaku masyarakat juga menjadi bagian penting dalam penanganan banjir. Edukasi terkait sampah dan penggunaan saluran air akan terus digencarkan.Dalam waktu dekat, Pemkab Magetan akan berkoordinasi dengan DPRD untuk membahas kebutuhan anggaran tersebut. PUPR menilai penanganan banjir harus menjadi prioritas karena berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.“Ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Banyak rumah dan jalan terdampak, jadi ini sangat urgent,” pungkasnya.
184 total views, 6 views today


