Connect with us

Pariwisata

Matikan Lampu di Sawah, Ini Saran Dinas Pertanian Kepada Petani Hadapi Ancaman Serangan Hama Wereng.

Published

on

Ratusan Hektar Tanaman Padi di Magetan Terancam Serangan Wereng.

Rasi Fm – Cegah ratusan hektar tanaman padi siap panen di Magetan terancam serangan hama wereng, Dinas Pertanian Kabupaten Magetan berharap petani melakukan gerakan serentak untuk melakukan penyemprotan karena lebih efektif dibandingkan petani melakukan penyemprotan sendiri sendiri. Kasi Perlindungan Tanaman Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan dan Ketahanan Pangan (TPH-PKP ) Kabupaten Magetan Suradi mengatakan, para petani diharapkan tidak memasang lampu atau mematikan lampu yang berada di tengah hamparan sawah karena penyebaran wereng berawal dari sinar lampu.
“Penyebarannya ini kan melalui lampu, kendaraan, kendaraan yang lewat itu bawa wereng. Ikuti cahaya kalau malam. Menghadangnya juga susah, pencegahannya tolong matikan lampu diareal persawahan, Serangan awal biasanya dibawah lamu, dipinggir jalan,” ujarnya.
Sunardi menambahkan, penyebaran serangan hama wereng berawal dari kawasan lahan pertanian yang berada di kawasan Ngawi yang tanam padi lebih dahulu dan merembet ke wilayah Selatan yang tanam lebih lambat dibandingkan dengan kawasan pertanian di Ngawi. Curah hujan yang cukup tinggi juga menjadi penyebab cepatnya perkembangan wereng yang menyerang tanaman padi.
“ Ini kan musimnya cocok untuk wereng. Penyebaran awalnya dari Ngawi, duluan Ngawi, Jadi Ngawi kemarin terserang hebat di Kwadungan, di pada kita kena dampaknya di Kartoharjo,” imbuhnya.
Dinas pertanian Kabupaten Magetan mencatat awal bulan Maret sebanyak 4,5 hektar tanaman padi petani dilaporkan terserang hama wereng yang akan mengancam 400 an hektar tanaman padi siap panen milik petani lainnya. Dinas pertanian telah menyiapkan 2.000 liter pestisida untuk melakukan gerakan penyemprotan di lahan yang terserang hama wereng.
Selain hama wereng, petani di Kabupaten Magetan juga mengeluhkan adanya hama potong leher dan santomonas yang mengancam hasil panen padi petani. Meski mengalami serangan hama wereng namun kerugian dari petani masih dibawah angka 5 persen dari nilai hasil panen. (DmS)

Baca Juga:  Desa Ngiliran Buka Potensi Pendakian Jalur ke Puncak Lawu

 251 total views,  3 views today