Connect with us

Politik

Kasus Rumah Dirobohkan Dengan Alat Berat Kembali Terjadi Di Ponorogo

Published

on

Kasus Rumah Dirobohkan Dengan Alat Berat Kembali Terjadi Di Ponorogo

Kasus Rumah Dirobohkan Dengan Alat Berat Kembali Terjadi Di Ponorogo

Rasi Fm – Perobohan rumah dengan menggunakan alat berat kembali terjadi di Kabupaten Ponorogo tepatnya di Desa Tumpuk, Kecamatan Sawoo. Perobohan rumah bangunan beton yang terjadi pada Sabtu (19/09) lalu sempat viral di media sosial. Perobohan rumah berawal dari sengketa permasalahan ganti rugi bangunan rumah antara pemilik bangunan Kamal dan ibunya yang berencana mengganti rugi bangunan rumah yang didirikan di atas tanah milik keluarga. Kepala Desa Tumpuk Imam Sulardi mengatakan, sebelum rumah dirobohkan, pihak desa telah melakukan mediasi terhadap kedua belah pihak untuk menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan. Pihak Desa bahkan sampai 3 kali melakukan mediasi namun Kalam sebagai pemilik bangunan nekat merobohkan rumah yang didirikan diatas tanah milik Kasemi ibunya.
” Ada 3 kali, tapi karena tidak ada titik temu akhirnya dibongkar. Kan tanah yang dibangun pak Kalam itu masih milik keluarga besar, karena keluarga besar tidak mengijinkan disertifikat atas nama pak Kalam , pak Kalam ikut istrinya pulang ke Trenggalek 4 tahun lalu. Sekarang mau dijual kan tidak laku kalau rumah tok tidak laku,” ujanya.
Sulardi menambahkan, Perobohan rumah berawal ketika Marji paman Kalam yang selama ini tinggal dirumah yang jadi sengketa tersebut meninggal dunia sekitar 4 bulan lalu. Kalam sendiri 4 tahun terakhir tinggal di Trenggalek di tempat kelahiran istrinya. Rencananya rumah yang kosong karena Marji meninggal akan ditinggali oleh Kasemi. Merasa rumah tersebut dibangun dari uang milik istrinya yang bekerja diluar negeri, Kalam kemudian meminta ganti rugi kepada ibunya. Namun karena tak sesuai keinginannnya, Kalam memilih merobohkan rumah tersebut. Dalam mediasi sebenarnya Kasemi sudah akan menyerahkan tanah tersebut kepada Kalam dengan catatan Kalam yang selama ini tinggal di Trenggalek pulang ke Ponorogo.
“Bu Kasmi sudah memberikan ke Pak Kalam akhir kahir ini sebelum dibongkar dengan catatan pak Kalam harus pulang ke Ponorogo. Sedangkan pak Kalam sudah punya rumah di Karanganyar Trenggalek. Dengan istrinya bekerja diluar negeri dan kedua anaknya sudah membangun rumah. Pak Kalam tidak mau daripada saya pulang ke POnorogo dibongkar saja,” imbuh Sulardi.
Sementara Kapolsek Sawoo AKP Paidi mengatakan, kasus tersebut telah diselesaiakn secara kekeluargaan karena yang bersengketa adalah antara ibu dan anak. Kalam sebagai pemilik bangunan telah mengembalikan uang kepada ibunya. (DmS)

Baca Juga:  Ditemukan Tergeletak di Pintu Dapur Setelah Meninggal 4 Hari, Kakek Di Parang Bukan Karena Kelaparan

 97 total views,  3 views today

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *