Connect with us

Hukum&KRIMINAL

Ini Yang Membuat Kasun Desa Taji Mampu Mengerjakan Proyek Jalan Tembus Sawah Dengan Anggaran 25 Juta.

Published

on

Kasun di Desa Taji Bangun Makam Punden Dari Sisa Uang Membangun Jalan Sawah

Rasi Fm – Kepala Dusun Selawe Desa Taji Kabupaten Magetan mengaku mampu membangun jalan tembus sawah di desanya dengan menggunakan anggaran hanya kurang dari separuh dari pagu anggaran yang ditetapkan sebesar 60 juta rupiah. Kepala Dusun Selawe Desa Taji Terito Tandra mengatakan, dari pagu anggaran sebesar Rp 60 juta tersebut dia mampu menyelesaikan pekerjaan pembuatan jalan hanya dengan menggunakan anggaran 25 juta rupiah. Untuk bisa menghemat anggaran sebesar itu, Terito mengaku memanfaatkan waktu dengan mengerjakan excavator dengan menggunakan 2 operator sehingga waktu pengerjaan yang seharusnya memakan waktu 14 hari bisa diselesaikan dalam waktu 4 hari.
“Dipanggil senin (11/01) jam satu. Jumlah pertanyaan lupa. Ditanya awal bio data, tupoksi sama kronologi kegiatan,” ujarnya.
Dari sisa anggaran sebesar 35 juta rupiah, Terito Tandra kemudian menggunakan untuk membangun fasilitas umum punden desa. Namun pengerjaan jalan tembus sawah tersebut dipersoalkan warga karena parit yang dibangun terlalu dalam sehingga petani kesulitan melakukan pengairan. Melalui rapat desa yang diketahui Kepala Desa Sigid Supriyadi sisa anggaran pembangunan jalan tembus sawah yang sudah di gunakan untuk membangun punden desa tersebut diminta dikembalikan. Selain mengembalikan uang sisa anggaran pembangunan jalan desa kasun juga dimita meminta maaf kepada seluruh warga kasun, mengundurkan diri dari jabatan kasun dan membangun sejumah jalan dan pengadaan listrik hingga jumlahnya mencapai 139 juta rupiah.
Terito Tandra mengaku telah dipanggil dan dimintai keterangan oleh Inspektorat Magetan terkait pengerjaan proyek pembangunan jalan tembus sawah tersebut. Tidak ingat berapa pertanyaan yang di tanyakan insoektorat, namun pertanyaan yang diajukan merupakan pertanyaan data diri hingga kewenangannya dalam menyelesaikan pekerjaan jalan.
“Itu kalau normal manual bisa 17 hari, sesuai dengan perencanaan, tapi dengan menggunakan excavator bisa 4 hari. Excavatornya satu nonstop dengan operatornya dua,” imbuhnya.
Saat ini perkara pengembalian anggaran 35 juta telah ditangani oleh tim pemeriksa khusus Inspektorat Kabupaten Magetan. Belum ada pernyataan resmi dari Inspektorat terkait penanganan pengembalian anggraan 35 juta rupiah tersebut karena masih dalam penanganan. (DmS).

Baca Juga:  Tahun Ini Pemkab Magetan Siap Bangun RS Mahendra.

 285 total views,  3 views today