Connect with us

News

Dukung  Perluasan Tanaman Padi Sebagai Penyangga Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian Magetan Maskimalkanm Indek Pertanaman.

Published

on

RASI MEDIA – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Magetan terus mendorong percepatan tanam padi guna mengejar target luas tambah tanam yang ditetapkan setiap tahun. Kepala Dinas, Uswatul Chasanah, menegaskan bahwa pelaporan dilakukan secara rutin oleh petugas lapangan setiap hari. “Teman-teman petugas itu setiap hari melaporkan berapa luas tambah tanam padi. Kita memang punya target per tahun sekitar 63.000 hektare untuk luas tambah tanam, khususnya tanaman padi,” ujar Uswatul.

Baca Juga:  Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Buka Gerai Layanan Pengurusan E Katalog di Mall Pelayanan Publik.

Ia menjelaskan, langkah percepatan tanam dilakukan sejalan dengan upaya menjaga ketahanan pangan berkelanjutan. Pemerintah daerah mendorong petani untuk terus menanam padi, terutama menjelang musim tanam, dengan berbagai strategi seperti gerakan percepatan tanam yang telah dilakukan sebelumnya.Menurutnya, capaian tahun ini menunjukkan tren peningkatan dibanding tahun lalu. “Ada peningkatan. Target kita memang setiap tahun harus bertambah. Kalau rata-rata produksi sekitar 6,5 ton per hektare, tinggal dikalikan saja untuk total produksinya, itu dalam bentuk gabah kering,” jelasnya.

Baca Juga:  Jasa Raharja Pastikan Pasangan “Romeo Juliet” Korban Tabrak Lari di Ponorogo Dapat Santunan Rp 100 Juta.

Untuk wilayah sentra produksi, Uswatul menyebut kawasan Magetan bagian timur sebagai penyumbang utama. “Daerah timur seperti Kartoharjo, Jomblang, dan Takeran itu memang menjadi sentra padi,” katanya.

Peningkatan produksi juga didukung sejumlah faktor, di antaranya penggunaan varietas padi genjah atau berumur pendek, serta peningkatan indeks pertanaman (IP). Dengan strategi ini, petani bisa menanam lebih dari dua kali dalam setahun.“Kalau biasanya dua kali tanam, sekarang bisa ditingkatkan menjadi 2,5 bahkan mendekati tiga kali dalam setahun. Artinya, luas tanam otomatis ikut meningkat,” imbuhnya.

Baca Juga:  Enam Ribu Penumpang Padati Terminal Seloaji Ponorogo. Puncak Arus Mudik  Diperkirakan Masih Akan Terjadi Besok.

Terkait kekhawatiran penyusutan lahan akibat pembangunan, pihaknya memastikan tidak ada pengurangan signifikan. Dinas tetap mengoptimalkan lahan yang ada melalui peningkatan indeks pertanaman.“Insya Allah tidak ada pengurangan. Kita tingkatkan IP-nya, jadi luas tanam tetap terjaga bahkan bisa bertambah,” tegas Uswatul.

 624 total views,  3 views today

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *