Connect with us

Legalitas

Dari Matikan Seluruh Peralatan Hingga Sewa Diesel, Sekolah di Magetan All Out Sukseskan TKA

Published

on

Dari Matikan Seluruh Peralatan Hingga Sewa Diesel, Sekolah di Magetan All Out Sukseskan TKA

RASI MEDIA  – Sejumlah sekolah di Kabupaten Magetan, Jawa Timur melakukan berbagai upaya untuk memastikan pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) berjalan lancar. Mulai dari mendatangkan tambahan pasokan listrik hingga menyewa genset atau diesel dilakukan sebagai langkah antisipasi gangguan teknis.

Kepala SMPN 2 Parang, Ninik Setiani, mengatakan pihaknya sebenarnya sudah melakukan uji coba jaringan sebelum pelaksanaan. Namun, gangguan tetap muncul saat seluruh peserta mulai mengakses sistem secara bersamaan.“Saya sudah mencoba sejak hari Jumat, sudah kami pastikan aman. Tapi begitu dipakai banyak siswa, jaringan menjadi jelek dan kami sempat panik,” ujarnya ditemui saat emngikuti kegiatan di Pendopo Surya Graha Magetan Selasa (7/6/2026)

Ia menegaskan, gangguan tersebut tidak mengurangi waktu pengerjaan siswa karena sistem semi daring yang digunakan. Untuk menjaga kestabilan listrik, pihak sekolah mengambil langkah ekstrem dengan mematikan seluruh perangkat di luar ruang ujian. “Alhamdulillah, begitu login lagi waktunya masih utuh, tidak terkurangi ketika jaringan mati. Kami matikan semua komputer di ruang TU dan ruang guru, fokus hanya untuk pelaksanaan TKA supaya tetap berjalan” imbuh Ninik.

Baca Juga:  Petani Kesulitan Pengairan, Pemerintah desa Milangasri Bangun Sumur Bor

Selain itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan PLN guna memastikan suplai listrik tetap stabil selama ujian berlangsung. “Kami akhirnya ke PLN minta loss untuk menjamin listrik tidak mati. Ternyata biayanya hanya sekitar Rp180 ribu per hari. Lebih murah dari perkiraan kami,” ucapnya

Server sempat penuh.

Sementara itu, Kepala SMPN 3 Magetan, Hayuningsih, mengakui sekolahnya sempat mengalami kendala login akibat server pusat yang penuh. Meski demikian, ia memastikan seluruh siswa akhirnya dapat mengikuti ujian dengan lancar. “Anak-anak sempat menunggu sekitar 15 menit baru bisa login, sehingga waktu pengerjaan berkurang. Gangguannya hanya di awal, setelah itu sampai hari ini pelaksanaan lancar,” katanya.

Ia menjelaskan perbedaan sistem daring penuh dan semi daring menjadi salah satu faktor kendala. Untuk mengantisipasi gangguan, pihak sekolah juga telah melaporkan jadwal pelaksanaan TKA kepada PLN. “Kalau daring penuh tergantung server pusat, sedangkan semi daring servernya di sekolah masing-masing. Kami sudah laporan ke PLN, jadi mereka ikut mengantisipasi kalau ada kendala,” jelasnya.

Baca Juga:  Festival UMKM Kepang Si Emak, Ditutup Oleh Bupati Magetan.

Sewa disel jamin pasokan listrik.

Di sisi lain, Kepala SMPN 1 Parang, Suparno, memastikan kesiapan sarana menjadi kunci kelancaran pelaksanaan TKA di sekolahnya. Ia menyebut sekolahnya memiliki sekitar 70 unit komputer dan membagi pelaksanaan ujian dalam beberapa gelombang untuk mengakomodasi seluruh siswa yang berjumlah hampir 300 siswa. “Alhamdulillah sinyal dan listrik bagus. Kami juga siapkan genset cadangan kalau sewaktu-waktu terjadi pemadaman. Kalau listrik mati, genset langsung kami nyalakan supaya ujian tetap berjalan,” ujarnya.

Suparno yang juga menjadi Plt Kepala Sekolah SMPN 3 Parang mengaku Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SMP Negeri 3 Parang, sempat terkendala gangguan teknis berupa putusnya jaringan internet selama sekitar 40 menit saat siswa mengerjakan soal. Akibatnya 33 siswa nya terpaksa mengikuti tes TKA ulang hari Rabu besok. “Internetnya sempat gangguan, sekitar 40 menit kemudian baru bisa login lagi.  Selama gangguan berlangsung, siswa tidak dapat mengakses sistem ujian. Dari total 34 peserta, hanya satu siswa yang berhasil menyelesaikan ujian sebelum gangguan terjadi. Sekolah pun menyiapkan ujian susulan bagi siswa terdampak. “ katanya.

Baca Juga:  Sejumlah Pedagang Sayur Malam di Lahan Parkir Pasar Sayur Menolak Relokasi Karena Khawatir Tal  Ada Pembeli, Disperindag Magetan Lakukan Sosialisasi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Magetan, Suhardi, memastikan pihaknya telah berkoordinasi dengan PLN dan Telkom untuk menjaga stabilitas listrik dan internet selama pelaksanaan TKA. “Kami pastikan dukungan internet dan listrik tidak boleh terganggu, dan sudah bersurat ke Telkom serta PLN agar tidak ada pemadaman,” ucapnya.

 68 total views,  3 views today

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *