RASI FM – Pariyem (45) bersama Partini (50) terlihat bersemangat mengaduk nasi putih yang mengepul di bawah tenda dapur umum yang terletak di sebelah Pendopo Agung Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Mereka mengaku sudah 10 kali lebih menanak nasi untuk ransum masyarakat yang terdampak banjir. “Dari subuh tadi kami terus masak sampai sekarang. Kayaknya sampai malam ini,” ujarnya Selasa(17/12/2024).
Berbeda dengan Pariyem,warga Cokromenggalan kurang lebih 10 kilometer dari lokasi dapur umum mengaku sudah sejak Senin sore berkutat di dapur umum untuk ikut menyiapkan menu makan bagi warga terdampak banjir. Etik mengaku dari Senin sore sudah mulai memasak di dapur umum hingga jam 23:00 WIB dan bangun pukul 01:00 WIB dini hari untuk menyiapkan sejumlah menu seperti telur, tempe goreng, oseng tahu, rica rica goreng ayam, serta menu lainnya. “Sudah nggak kehitung berapa kali masak. Tapi tetap semangat untuk membantu masyarakat yang sedang kesulitan karena rumahnya terkena banjir,” ucapnya.
Sementara Lusi warga Kecamatan Ngrayun yang berjarak 35 kilometer dari Pendopo Ponorogo mengaku berangkat menggunakan angkot untuk bisa beraktifitas membantu di dapur umum. Dia mengaku semangat membantu warga yang rumahnya terkena banjir karena dua kali mengalami musibah tanah longsor yang membuat rumahnya rata dengan tanah. “Tahun 2018 itu rumahnya saya rata dengan tanah. Longsor lagi tahun 2021 sehingga saya merasakan bagaimana susahnya kena musibah sehingga saya tetap turun membantu di dapur agar masyarakat yang terkena musibah bisa terbantu,” katanya.
Penanggung jawab operasional dapur umum di Pendopo Agung Kabupaten Ponorogo Joko Purwanto mengatakan, hingga Hari Selasa siang ada 10.000 nasi bungkus yang telah disalurkan untuk sekitar 50 desa di 7 kecamatan. Untuk pendistribusian dilakukan droping ke desa desa terdampak. “Nasi bungkus dibagikan untuk makan pagi, siang sama sore. Kita langsung distribusikan ke desa desa terdampak melalui kepala desa setempat. Hingga saat ini sekitar 20.000 nasi bungkus yang kita distribusikan untuk 50 desa. Kita akan melayani hingga banjir ini surut,” ucap Joko. (DmS)