RASI FM – Enam belas hektar tanaman padi di Desa Jajar dan Desa Ngelang, Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur terendam banjir dari meluapnya Sungai Ulo dan Sungai Sidodadi karena beberapa hari terakhir Kabupaten Magetan diguyur hujan. Kasie Darlog BPBD Kabupaten Magetan Eka Wahyudi mengatakan, hingga Senin sore ketinggian air yang merendam padi petani mencapai 50 cm. “Untuk titik terendah tadi terpantau sampai 50 cm tanaman padi yang terendam banjir. Luasannya sekitar 16 hektar,” ujarnya melalui sambungan telepon Senin (16/12/2024).
Eka menambahkan meski ketinggian air terus meningkat pelan namun hingga Senin sore belum ada perumahan warga yang terendam. “Sampai saat ini belum ada rumah yang terendam, ketinggian air masih sebatas tinggi jembatan,” imbuhnya.
BPBD Kabupaten Magetan saat ini telah mempersiapkan 2 buah perahu karet untuk mengantisipasi jika air mengalami peningkatan ketinggian. Ketinggian air sangat dipengaruhi oleh kondisi ketinggian air dari Bengawan Solo dan sungai Madiun. “Semoga tidak ada peningkatan ketinggian air di Sungai Madiun maupun Bengawan Solo karena peningkatan debit air saat ini masih dipengaruhi hujan lokal di sekitar Magetan,” ucapnya.
Eka menghimbau masyarakat untuk waspada terutama yang tinggal di bantaran sungai mengingat dari prakiraan cuaca BMG hingga tanggal 22 curah hujan diperkirakan tinggi sehingga sangat mempengaruhi ketinggian air sungai. “Dari prakiraan BMKG dari tanggal 13 hingga tanggal 21 Desember curah hujan cukup tinggi kita himbau masyarakat waspada terutama yang tinggal di sekitar bantaran sungai,” pungkasnya (DmS)