Pendidikan
Cabdibdik Ponorogo Terapkan Program “1 Tahun 2 Prestasi” Dongkrak Capaian Sekolah di Ponorogo–Magetan
Published
6 hari agoon
By
rasinews
RASI MEDIA – Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Ponorogo–Magetan memiliki program 1 tahun 2 prestasi untuk sekolah SMA maupun SMK. Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdindik) Wilayah Ponorogo–Magetan, Maskun, mendorong peningkatan prestasi siswa melalui program tersebut yang mulai diterapkan tahun ini. Program tersebut terbukti mampu mendongkrak capaian sekolah secara signifikan.
Maskun menjelaskan, lonjakan prestasi terlihat jelas dibanding tahun sebelumnya. Hingga BUlan Maret 2026 tercatat ada 135 prestasi yang telah diraih sekolah. “Dengan program saya minimal 1 tahun 2 prestasi itu sudah terbukti. Sekolah-sekolah di Bendo Magetan ini sampai Maret, kalau 2025 itu hanya 35 prestasi, sekarang bisa kita lihat 135 prestasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, capaian tersebut mencakup seluruh bidang, baik akademik maupun non-akademik, dan terus berkembang dengan data yang valid.Menurutnya, berbagai ajang lomba menjadi pemicu peningkatan prestasi siswa, termasuk kegiatan di tingkat provinsi seperti di Surabaya dan Sidoarjo. “Apapun kurikulumnya kita akan mengikuti, yang jelas kita selalu siap,” katanya.
Selain prestasi akademik, Maskun juga menekankan pentingnya pembentukan karakter siswa dalam program 1 tahun 2 prestasi. Ia menilai, karakter siswa perlu terus diperbaiki melalui kolaborasi, kebersamaan, serta pemberian motivasi kepada seluruh elemen sekolah. “Kita perbaiki karakternya, dan ke depan dengan program-program yang kita lakukan mudah-mudahan prestasi akan terus meningkat,” ungkapnya.
Untuk mendorong kompetisi, pihaknya menguatkan lomba di tingkat kabupaten, termasuk Lomba Kompetensi Siswa (LKS) serta jalur prestasi menuju perguruan tinggi. Menurutnya saat ini lulusan SMK memiliki peluang lebih besar untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Program seperti PMW (bekerja, wirausaha, dan melanjutkan) membuat lulusan SMK kini mampu bersaing melalui jalur SNBP maupun SNBT. “Anak masuk perguruan tinggi negeri melalui jalur berprestasi sudah kita lakukan dengan memberikan penghargaan kepada sekolah penyumbang siswa terbanyak,” jelasnya.
Terkait manajemen sekolah, Maskun memastikan seluruh jabatan kepala sekolah yang sebelumnya diisi pelaksana tugas (Plt) kini sudah definitif per 1 April. Saat ini terdapat 43 sekolah negeri di wilayah Ponorogo–Magetan. Dengan target minimal dua prestasi per sekolah, Maskun optimistis capaian tahun ini bisa melampaui 86 prestasi. Ia juga memberi perhatian khusus pada sekolah kecil agar tidak tertinggal. ““ Alhamdulillah semua sudah ada SK definitif untuk masing-masing sekolah. Kita dorong agar prestasi tidak hanya di sekolah besar, semua sekolah bisa berprestasi,” tegasnya.
Ia mengakui, tantangan utama sekolah kecil di wilayah pinggiran bukan hanya soal pembiayaan, tetapi juga kesiapan mental siswa dan persiapan lomba. “Yang lebih utama bukan pembiayaan, tapi kesiapan mental anak dan kesiapan dalam mempersiapkan lomba. Kadang mereka sudah kalah sebelum bertanding,” pungkas Maskun.
82 total views, 6 views today


