Connect with us

News

Antisipasi Kebakaran Hutan Saat Kemarau, Perhutani Bangun Sekat Bakar di Lereng Lawu

Published

on

Antisipasi Kebakaran Hutan Saat Kemarau, Perhutani Bangun Sekat Bakar di Lereng Lawu

RASI MEDIA – Perhutani BKPH Lawu Selatan membangun sekat bakar sepanjang sekitar 1,9 kilometer di kawasan hutan lereng Gunung Lawu, tepatnya di atas Dusun Cemorosewu, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau. Asisten Perhutani BKPH Lawu Selatan, Mulyadi, mengatakan pembangunan sekat bakar merupakan tindak lanjut hasil rapat koordinasi lintas instansi. “Kami mengambil langkah nyata dengan membuat sekat bakar sebagai bentuk antisipasi apabila terjadi kebakaran,” ujar Mulyadi.

Baca Juga:  Semua Wajib Pakai Masker Sekarang!

Pembuatan sekat bakar melibatkan masyarakat Dusun Cemorosewu, Polsek Plaosan, Koramil Plaosan, dan BPBD Kabupaten Magetan. Sekat bakar dibangun di jalur pendakian sisi kanan Cemorosewu menuju Gunung Lawu dengan panjang sekitar 1,9 kilometer. Menurut Mulyadi, keberadaan sekat bakar diharapkan mampu menghambat penyebaran api apabila terjadi kebakaran. “Kalau terjadi kebakaran, sekat bakar ini diharapkan mampu menahan api agar tidak merembet jauh, terutama ke arah permukiman,” katanya.

Baca Juga:  Pantau Kwalitas Gabah Serapan Petani, Bulog Turun Langsung ke Sawah.

Selain pembangunan sekat bakar, Perhutani juga memperketat patroli dan sosialisasi kepada masyarakat maupun para pendaki. Seluruh pendaki dilarang membuat api unggun di jalur pendakian maupun area perkemahan sebagai langkah pencegahan kebakaran selama musim kemarau. “Kami selalu melakukan briefing kepada pendaki sebelum naik dan menegaskan larangan membuat api unggun di jalur pendakian maupun area camp,” tegas Mulyadi.

Ke depan, Perhutani menargetkan pembangunan sekat bakar mengelilingi kawasan Gunung Lawu di wilayah kerja BKPH Lawu Selatan dengan total panjang sekitar 33 kilometer hingga akhir tahun 2026. Perhutani juga menggandeng masyarakat, relawan, Satgas, dan komunitas pecinta Gunung Lawu untuk memperkuat pengawasan kawasan hutan. “Kami memiliki keterbatasan petugas, sehingga pengawasan kami lakukan bersama masyarakat, relawan, Satgas, dan komunitas agar potensi kebakaran bisa segera diketahui dan ditangani,” pungkas Mulyadi.

Baca Juga:  Hadiri Ulang Tahun IGTKI ke 72, Bupati Magetan Berharap Bahasa Jawa Jadi Bahasa Pengantar Siswa TK.

Loading

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM