Connect with us

Kum&KRIM

Tersandung Kasus Penipuan, Kepala Desa Ngujung Maospati Tetap Menjalankan Tugasnya Dibalik Jeruji Besi.

Published

on

Tersandung Kasus Penipuan, Kepala Desa Ngujung Maospati Tetap Menjalankan Tugasnya Dibalik Jeruji Besi.

Rasi Fm – Pemerintah Kabupaten Magetan maemastikan jika Kepala Desa Ngujung Kecamatan Maospati masih menjalankan tugasnya memberikan pelayanan public kepada masyarakat meski saat ini harus menjalani proses hukum oleh pihak kepolisian. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Magetan Eko Muryanto mengatakan, untuk pelayanan yang tidak bisa diwakilkan kepada sekretaris pemerintah desa maka dokumen yang membutuhkan tanda tangan kepala desa akan diantar ke tempat kepala desa berada. Saat ini Kepala Desa Ngujung masih menjalani pemeriksaan di Kepolisian Resor Ngawi.
“Pemerintah desa ketika tidak bisa diwakilkan yang harus ditandatangani oleh kepala desa ya harus diantar ke tempat kepala desa,”ujarnya.
Eko Muryanto menambahkan, pemerintah daerah Kabupaten Magetan masih menunggu proses hukum dari kades Ngujung terkait keberlangsungan jabatan kepala desa. Setelah ada putusan hukum yang incrach pemerintah daerah Kabupaten Magetan akan melakukan pemeriksaan khusus terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh kepala Desa Ngujung dikarenakan tidak bisa memenuhi kewajiban tugas memberikan pelayanan kepada masyarakat selama menjalani proses hukum sebelum mengambil tindakan sanksi.
“Nanti ada pemeriksaan khusus sanksi administrasinya, artinya dia tidak melaksanakan tugas sampai berapa lama, sampai dengan incracah. Sampai saat ini ditahan, artinya proses peradilan belum jalan masih penyelidikan ya itu ditungu dulu. Nanti kalau sudah incrach atas dasar incrach kita akan melakukan pemeriksaan khusus,” imbuhnya.
Sebelumnya Eko Prasetyo, Kades Ngujung, Maospati, Magetan, tersandung kasus penipuan jual beli sapi dengan modus membayar uang muka pembelian sapi. Namun kekurangan uang pembelian sapi tidak pernah dibayarkan. Pelaku mengaku melakukan aksinya untuk menutup hutang dan memnuhi kebutuhan hidupnya. Polisi akan menjerat pelaku dengan pasal 379 KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal empat tahun. (DmS)

Baca Juga:  Ratusan Siswa SMKN 1 Magetan Langsung Kerja Setelah Dinyatakan Lulus.

 234 total views,  3 views today