RASI FM – Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan. Jawa Timur menerima 3.500 dosis vaksin PMK bantuan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan Nur Haryani mengatakan, 3500 dosis vaksin PMK yang diterima merupakan tahap pertama bantuan vaksin yang akan digunakan untuk melakukan vaksin kepada desa yang berstatus masih hijau atau desa yang masih rendah kasus PMK untuk menjaga sapi yang masih sehat. Hari ini Dinas Peternakan mulai melakukan vaksin serentak di Desa Waduk, Desa Bulugedek, Desa Ngaglik, Desa Banjarpanjang, Purwosari dan Desa Genilangit yang tergolong rendah kasuas PMK.
“Kemarin kita mendapatkan alokasi 3.500 vaksin untuk 3.500 perternak itu baru tahap pertama dari Kementerian Pertanian nanti provinsi juga masih mengurus BTT dan proses pengadaan juga nanti kiat akan mendapat jatah vaksin lagi semoga nanti jatah Dari pemerintah pusat dan provinsi kita dapat juga,” ujarnya.
Nur Haryani menambahkan, di Kabupaten Magetan ada 4 desa yang menolak di lakukan vaksin dengan membuat surat pernyataan. Dia mengaku minimnya pemahaman masyarakat terhadap kegiatan vaksin membuat 4 desa menolak keigatan vaksin yang dilakukan oleh pemerintah. Meski menolak Dinas Peternakan akan tetap melakukan edukasi untuk memberikan pemahaman upaya pencegahan PMK di Magetan.
“Membantu edukasi terkait vaksin, ada 4 desa yang menolak vaksin dengan membuat surat pernyataan. Warga tidak menghendaki karena pernah terjadi kematian, ada petugas disansa padahal mungkin bukan karena vaksin sapi kan punya komorbit lain,” imbuhnya.
Data Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan per Hari Senin (20/1) kasus PMK tercatat 1.166 ekor, sapi mati 92 ekor, potong paksa 5 ekor, sembuh 606 ekor. (DmS)