Connect with us

Politik

Tanaman Jagung Petani Dimakan Ulat, Dinas Pertanian Magetan Lakukan Pengendalian Hama

Published

on

Tanaman Jagung Petani Dimakan Ulat, Dinas Pertanian Magetan Lakukan Pengendalian Hama

Tanaman Jagung Petani Dimakan Ulat, Dinas Pertanian Magetan Lakukan Pengendalian Hama

Rasi Fm – Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Ketahanan Pangan Kabupaten Magetan melakukan pengendalian hama tanaman jagung milik petani di Desa Kedungguwo Kecamatan Sukomoro. Petani mengeluhkan tanaman jagung milik mereka yang diserang ulat. Hama ulat tersebut memakan bagian ujung buah jagung yang menyebabkan pertumbuhan biji jagung tidak maksimal. Pertumbuhan jagung menjadi kerdil dan akan berdampak pada kuantitas hasil panen yang akan menurun.
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Ketahanan Pangan Kabupaten Magetan Edi Suseno mengatakan, pengendalian hama tanaman jagung dilakukan setelah para petani melaporkan hama tanaman yang menyerang tanaman milik mereka. “ Hama dan penyakit ini terjadi di setiap musim tanam apapun baik padi, jagung, kedelai dan sayurran. Dinas berkewajibanamembantu para petani melalui kelompok tani, tidak bisa orang perorang harus melalui kelompok tani, mana kala ada serangan hama penyalit yang cukup mengkhawatirkan bisa melaporkan kepada PPL kami di setip wilayah kemudian dijadwalkan bersama untuk mmengendalikan hama penyakit. Catatannya harus besama mengapa? Kalau dikendalikan sendiri hama itu akan berpindah, tidak efektif, “ ujarnya Kamis (30/07/2020)
Edi menambahkan, Dinas Pertanian Kabupaten Magetan turun langsung ke lahan petani dengan memberikan bantuan obat obatan untuk memberantas hama ulat yang merusak tanaman jagung milik mereka. Sementara untuk pelaksanaan mengaplikasikan obat obatan pencegah hama dilakukan oleh petani yang tergabung dalam kelompok tani. . “Kita bantu berupa gerakan masal pestisida dari dinas, tenaga penyemprotannya dari kelompok tani bersama sama. Kami tidak memberikan bantuan dalam bentuk kemasan, tetapi kami bersama kelompok tani mencampur dilahan pestisida yang kami bawa kemudian petnai mengambil cairan yang dicampur tadi secara bersama sama kalau dibawa pulang kita tidak yakin disemprotkan,” imbunya.
Di musim kemarau saat ini Dinas Peranian juga memetakan laporan terkait sejumlah tanaman padi petani yang mengalami kekeringan. Biasanya tanaman padi petani yang mengalami kekerinagn merupakan petani yang mengharapkan hujan dimusim kemarau, padahal Dinas Pertanian telah memperingatkan untuk tidak menanam padi karena memasuki musim kemarau. (DmS)

Baca Juga:  Warga Ngariboyo Panen Raya di Tengah Pandemi Covid 19

 145 total views,  3 views today

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *