Legalitas
Tahfidz and Leadership Magetan Gelar Youth Impact Day 2026, Latih Public Speaking Generasi Z
Published
1 bulan agoon
By
rasinews
RASI MEDIA – Ratusan Generasi Z di Kabupaten Magetan mengikuti seminar inspiratif bertajuk Youth Impact Day 2026 yang digelar di Gedung Forkamis. Kegiatan tersebut merupakan program pengabdian kepada masyarakat yang diinisiasi oleh Tahfidz and Leadership Magetan dengan menghadirkan materi public speaking dan self leadership bagi kalangan pelajar dan pemuda.
Ketua panitia kegiatan, Roy, mengatakan seminar tersebut bukan sekadar kegiatan biasa, melainkan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan pola pikir dan kemampuan berbicara di depan publik. “Besok bukan sekadar acara seminar. Besok adalah kesempatan untuk upgrade cara berpikir, cara memimpin diri, dan cara berbicara di depan dunia. Kadang yang membatasi seseorang bukan kurangnya peluang, tapi kurangnya keberanian untuk berkembang,” ujar Roy.
Roy menjelaskan, seminar ini dirancang untuk melatih kemampuan public speaking para peserta, khususnya generasi Z yang dinilai membutuhkan keterampilan komunikasi untuk menghadapi dunia kerja maupun pendidikan tinggi. “Untuk format Youth Impact Day ini sebenarnya kita ingin melatih public speaking para peserta. Terutama generasi muda sekarang ini karena skill berbicara di depan umum sangat penting,” katanya.
Menurutnya, panitia ingin menyediakan ruang belajar bagi anak muda agar lebih percaya diri dan memiliki kemampuan kepemimpinan diri.“Kami ingin para pemuda punya skill yang bisa diasah seperti public speaking dan self leadership di diri mereka,” imbuhnya.
Dalam seminar tersebut, panitia menghadirkan pemateri public speaking Alisa Nada yang telah memiliki sertifikasi resmi. Selain itu hadir pula CEO Pusaka Land, Bedib Nana Sambodo, yang membawakan materi tentang perencanaan masa depan dan pengembangan diri.
Salah satu peserta seminar, Zeina, mengaku mendapatkan banyak pengalaman baru setelah mengikuti kegiatan tersebut. Siswi SMK itu mengatakan materi public speaking membuatnya lebih percaya diri untuk berbicara di depan umum.“Dari public speaking tadi kita belajar lebih percaya diri lagi, kalau mau menyampaikan sesuatu tidak usah grogi. Tadi juga diajarkan solusi kalau grogi saat public speaking,” ujarnya.
Zeina mengaku keberaniannya untuk berbicara mulai tumbuh setelah aktif mengikuti organisasi sekolah. “Saya baru berani speak up setelah ikut organisasi. Dulu belum pernah ada yang ngajak dan saya juga kurang aktif,” katanya.
Ia juga mengaku kini mulai memiliki tujuan hidup yang lebih jelas setelah mengikuti seminar tersebut.“Kita harus punya tujuan dari awal supaya tahu hidup kita mau dibawa ke mana. Saya ingin setelah lulus nanti kuliah dan menjadi desainer,” pungkasnya.
279 total views, 3 views today


