Legalitas
Sekolah Kunjung Yagama Buka Akses Terapi dan Pendidikan dari Rumah ke Rumah
Published
3 minggu agoon
By
rasinews
RASI MEDIA – Yayasan Abhinaya Gantari Mahika (Yagama) menghadirkan program sekolah kunjung sebagai upaya membuka akses terapi dan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus yang belum terlayani secara formal. Program ini lahir dari kondisi di lapangan, di mana banyak anak difabel tidak mendapatkan pendidikan akibat keterbatasan ekonomi, akses, hingga minimnya pemahaman orang tua. “Kita berusaha memperjuangkan terapi untuk anak-anak. Awalnya kita akses rumah terapi yang di-ACC dinas,” ujar Sekretaris Yagama, Wartini.
Untuk memastikan penanganan tepat, Yagama bekerja sama dengan lembaga psikologi di Madiun guna melakukan asesmen kebutuhan anak. Hasil asesmen menjadi dasar penentuan terapi dan metode pembelajaran yang diberikan secara individual. “Dari situ kita tahu kebutuhan anak, terapi apa yang dibutuhkan, dan metode pembelajaran yang sesuai. Setiap anak itu beda, tidak bisa disamakan,” jelas Wartini. Selain itu, Yagama juga membuka ruang terapi alternatif melalui kegiatan seni. “Kita punya sanggar, ada nari dan melukis. Itu sebenarnya bagian dari terapi,” imbuhnya.
Melalui sekolah kunjung, tutor datang langsung ke rumah siswa dengan jadwal seminggu sekali. Saat ini program tersebut baru menjangkau empat anak dengan empat tutor. Dalam prosesnya, pendekatan personal menjadi kunci. Wartini mengaku sempat mengalami penolakan saat awal pendampingan. “Enam bulan pertama saya ditolak. Setiap datang saya diusir. Mungkin karena jarang bersosialisasi, jadi butuh waktu untuk adaptasi,” kenangnya.
Berbeda dengan pendidikan formal, kurikulum sekolah kunjung menitikberatkan pada kemandirian anak. Pembelajaran dimulai dari motorik halus hingga aktivitas sehari-hari. “Yang penting itu bukan nilai akademik, tapi kemandirian. Kita ajarkan pelan-pelan sesuai kemampuan anak,” tegas Wartini. Evaluasi dilakukan berdasarkan perkembangan individu, dan Yagama berharap program ini dapat berkembang lebih luas. “Kami ingin ke depan ada tutor di setiap desa,” pungkasnya.
189 total views, 3 views today


