RASI MEDIA – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magetan, Saif Muchlisaun, menegaskan TPA Melangseri hingga kini masih digunakan untuk menampung sampah dari berbagai sumber, mulai dari permukiman warga, fasilitas publik, lokasi wisata, pasar hingga terminal. Meski kondisinya sudah overload, layanan pengelolaan sampah tidak bisa dihentikan. “Masih di Melangseri. Walaupun sudah overload, tetap kita manfaatkan karena tidak mungkin kita tutup,” ujarnya.
Menurutnya, keterbatasan lahan membuat pengelola harus memanfaatkan area yang tersisa, termasuk akses jalan di dalam TPA sebagai lokasi timbunan baru. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kapasitas TPA sudah mencapai batas maksimal. “Sekarang sudah sampai ke jalan. Jadi jalan di dalam TPA kita gunakan sebagai timbunan baru, meskipun ini tidak akan bertahan lama,” jelasnya.
Ia menyebut kondisi TPA Melangseri saat ini sudah mengarah darurat sehingga penanganannya dilakukan dengan sangat hati-hati. Sejumlah area bahkan diberi pembatas karena terdapat jaringan atau infrastruktur di atasnya yang tidak boleh terganggu. “Kita buat garis pembatas. Ada area yang tidak boleh ditimbun karena di atasnya ada jaringan, jadi petugas harus ekstra hati-hati,” tegasnya.
Saif juga memastikan pihaknya terus berkoordinasi agar pelayanan sampah kepada masyarakat tetap berjalan optimal meski dalam keterbatasan. Ia berharap tidak terjadi insiden yang tidak diinginkan di tengah kondisi TPA yang sudah penuh. “Kami tetap layani masyarakat, tapi petugas kami minta ekstra hati-hati agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” imbuhnya.
Terkait solusi jangka panjang, Saif mengungkapkan pemerintah daerah telah mengusulkan pembangunan TPA baru ke pemerintah pusat sejak tahun 2020. Usulan tersebut terus diajukan setiap tahun hingga akhirnya mendapat respons. “Perencanaan TPA baru nantinya akan diambil alih oleh pusat. Kemungkinan dibangun pada 2027,” pungkasnya.