Connect with us

Magetan's

Kepergok. Oknum Perangkat Desa Magetan Bobol Kotak Amal Masjid di Padas Ngawi

Published

on

Kepergok. Oknum Perangkat Desa Magetan Bobol Kotak Amal Masjid di Padas Ngawi

Kepergok. Oknum Perangkat Desa Magetan Bobol Kotak Amal Masjid di Padas Ngawi

Nekat memang dengan pelaku satu ini, menjabat perangkat desa, membawa motor dengan plat merah, membobol kotak amal masjid Padas, Ngawi. Pelaku dengan inisial EA pria 34 tahun warga Desa Banjarejo, Kecamatan Ngariboyo, Magetan terpaksa harus berurusan dengan pihak petugas Mapolsek Padas setelah diduga sebagai pelaku pembobol kotak amal masjid Masjid Al Ihsan masuk Desa dan Kecamatan Padas, Ngawi sekitar pukul 10.00 WIB, Jum’at, (12/06/2020).

Tidak main-main dengan jabatan yang dipertaruhkannya ini pelaku diketahui seorang Sekretaris Desa (Sekdes) atau Carik Desa Banjarejo. Kapolsek Padas AKP Juwahir mengungkapkan, kejadian itu berawal dari seorang takmir masjid Amir Syaifudin hendak membersihkan mushola yang hendak di pergunakan sholat jum’at warga. Tanpa sengaja melihat pelaku tengah mengutak-atik kotak amal masjid, dengan sesekali melihat sekitar menandakan kecurigaan pelaku bertindak kriminal. Setelah diamati ternyata tangan kiri EA sedang memegang beberapa lembar uang kertas dan tangan kanannya memegang sebuah kunci gembok kotak amal yang didepannya.

“Sesuai dengan keterangan saksi Amir Syaifudin kepada petugas, saat hendak membersihkan masjid melihat gerak-gerik mencurigakan dari pelaku, bersama warga kemudian menangkap basah pelaku,” Ungkap AKP Juwahir.

Dalam pemeriksaan petugas pelaku terkesan tidak koperatif dan enggan memberikan jawaban dari pertanyaan petugas. Bahkan terkait statusnya sebagai perangkat desa pelaku juga enggan dijawab. Mengaku sebagai pegawai wiraswasta pelaku mengantongi sedikitnya 22 kunci palsu berbagai jenis dan ukuran termasuk uang tunai Rp 54 ribu lebih. Pelaku juga tidak menjelaskan kepemilikan sepeda motor jenis Honda Grand berplat merah nopol AE 2941 NP.

“Diam dan menggeleng demikian yang dilakukan pelaku saat menjawab pertanyaan petugas,” Tegas Juwahir.

Kepada pelaku akan dikenakan pelanggaran pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan yang diancam hukuman pidana penjara selama 7 tahun.

Sumber; bahanafmngawi.com

 40 total views,  3 views today

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *