Connect with us

Politik & Pemerintahan

Ini Langkah BPBD Magetan Antisipasi Bencana Hydrometereologi

Published

on

Ini Langkah BPBD Magetan Antisipasi Bencana Hydrometereologi

Rasi Fm –16 Desa Tangguh Bencana di Kabupaten Magetan siap mengantisipasi bencana hydrometereologi banjir dan tanah longsor dengan mulai masuknya musim penghujan. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD Kabupaten Magetan Ari Budi Santosa mengatakan, hujan yang mengguyur Kabupaten Magetan dengan intensitas tinggi telah merobohkan sejumlah pohon serta membuat debit air sungai Madiun meningkat, sehingga merendam sejumlah lahan pertanian warga.

Baca Juga:  Pemkab Magetan Siapkan Anggaran Pilkades Serentak 2027, Desa Mulai Lengkapi Perangkat E-Voting

“Sudah mulai naik airnya di Kartoharjo, sekarang ini persawahan yang tergenang. Estimasinya 2 hektar. Kita sudah menghubungi desa desa yang kita bentuk menjadi desa tangguh bencana,” ujarnya.
Ari Budi Santosa menambahkan, dari 16 Desa Tangguh Bencana kesiap siagaan mereka dalam mengantisipasi bencana berbeda beda dimana di wilayah dataran rendah antisipasi bencana banjir sementara di wilayah kaki Gunung Lawu mengantisipasi tanah longsor. Dengn tanggapnya desa untuk mengantisipasi bencana di daerah masing masing, diharapkan akan mampu menekan jumlah kerugian materiel dan korban jiwa. Dari 16 Destana di Magetan Destana Desa Geni Langit bahkan mendapat penghargaan sebagai juara utama dari GUbernur Jawa Tmur Khofifah Endar Parawansa dalam keegiatan penilaian desa tangguh bencana.
“Kita sudah tidak begitu khawatir kkemmapuan mereka sangat bagus, bahkan kita dapat penghargaan dari gubernur kemarin. Sebenarnya lomba itu kita ikutkan pratama, tapi malah dapat utama,” imbuhnya.

Baca Juga:  Di TPS 2 Desa Mulyo Rejo Panekan Ada Bakso, Buah Buahan dan Gorengan Urunan Warga.

Memasuki musim hujan BPBD Kabupaten Magetan juga telah menyiapkan sejumlah peralatan evakuasi seperti perahu karet dan peralatan untuk mengantisipasi pohon tumbang. BPBD Magetan juga telah meyiapkan mobil logistic untuk mengantisipasi kebutuhan dapur umum dan tenda pengungsian jika terjadi bencana banjir dan tanah longsor. (DmS)

Baca Juga:  Kasus Modin Desa Pojok Semakin Membingungkan, Mengugat Rp 2,3 M Kepala Desa dan BPD Karena Didemo Masyarakat Tapi Minta Diaktifkan Kembali Saat Mediasi.

Loading

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM