Connect with us

News

Hujan Deras Disertai Angin Kencang Picu Pohon Tumbang dan Longsor di Magetan, Dua Pengendara Motor Luka Berat

Published

on

Hujan Deras Disertai Angin Kencang Picu Pohon Tumbang dan Longsor di Magetan, Dua Pengendara Motor Luka Berat

RASI MEDIA –   Hujan deras disertai angin kencang memicu sejumlah kejadian puluhan pohon tumbang dan longsor di beberapa wilayah Kabupaten Magetan, sejak hari  Rabu hingga hari Kamis siang. Peristiwa yang terjadi di Kecamatan Plaosan, Parang, dan Karas menyebabkan kerusakan rumah warga serta dua pengendara sepeda motor mengalami luka berat. Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Magetan, Eka Wahyudi, mengatakan di Desa Randugede Kecamatan Plaosan angin kencang menumbangkan pohon sengon berdiameter sekitar 100 sentimeter menimpa atap dapur milik Sukar (42) dan kandang milik Kinem (59) yang mengakibatkan kerusakan ringan. “ Di  Jalan Raya Karas, tepatnya masuk Desa Temenggungan, Kecamatan Karas pohon asem jawa dengan diameter sekitar 60 sentimeter tumbang dan menutup sekitar 70 persen badan jalan sehingga sempat mengganggu arus lalu lintas,” ujarnya ditemui diruang kerjanya Kamis (5/3/2026).

Baca Juga:  Gandeng Pemerintah Kecamatan Maospati, Kampus UNESA 5 Magetan Bentuk Paguyuban Pengelola Kamar Kos untuk Mahasiswa Baru 2025/2026

Eka menambahkan kejadian pohon tumbang di Jalan Raya Lembeyan – Parang, tepatnya masuk Desa Tamanarum, Kecamatan Parang pohon mahoni berdiameter sekitar 120 sentimeter tumbang yang membuat pengendara sepeda motor mengalami kecelakaan. Dua pengendara sepeda motor yang melintas tidak sempat menghindar hingga menabrak pohon yang tumbang tersebut. “ Korban diketahui bernama Luna (20) dan Cindy (20), warga Desa Pragak, Kecamatan Parang. Keduanya mengalami luka berat di bagian kepala,” imbuhnya.

Baca Juga:  Terpaksa Bekerja Menjahit, Penyanyi Campur Sari di Magetan ini Berhasil Jadi Desainer dan Produsen Busana Berkelas

Hujan deras disertai angina kencang yang terjadai di Kabupaten Magetan juga menyebabkn longsor di 3 titik di Kecamatan Plaosan. Akibat longsor dan angin kencang  tercatat 12  rumah mengalami kerusakan akibat longsor.“Data sementara ada puluhan rumah terdampak. Untuk longsor ada dua rumah yang terdampak, sedangkan sekitar sepuluhan rumah terkena dampak angin kencang,” katanya.

Peralihan musim dari musim hujan ke musim kemaru menurut Eka mempengaruhi hujan deras disertai angin kencang yang diprediksi pleh BMKG diperkirakan akan terjadi  hingga 10 hari kedepan. “BMKG sudah merilis peringatan dini kepada para pemangku kepentingan. Diperkirakan pada 1 sampai 10 Maret ada potensi cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang,” katanya.

Baca Juga:  Gelar Kegiatan Penyuluhan Keluarga Sadar Hukum di Desa Bogoarum, Dari Pencegahan Konflik Hingga Keterlibatan Masyarakat Dalam Menyusun Perdes.

BPBD Magetan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama periode cuaca ekstrem yang diperkirakan berlangsung hingga 10 Maret 2026. Eka meminta warga memperhatikan kondisi pohon besar di sekitar rumah yang berpotensi tumbang saat angin kencang. “Kalau ada pohon yang terlalu rindang atau berisiko, sebaiknya dirampingkan secara swadaya sebagai langkah mitigasi. Kemarin sempat terjadi banjir kecil karena saluran tersumbat. Jadi masyarakat diharapkan aktif membersihkan selokan atau gorong-gorong,” tutupnya.

 701 total views,  3 views today

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *