Connect with us

Pendidikan

Chromebook Ubah Pola Belajar Siswa SDN Sukowinangun 1 Magetan

Published

on

Chromebook Ubah Pola Belajar Siswa SDN Sukowinangun 1 Magetan

RASI MAGETAN – Siswa SD Negeri Sukowinangun 1 Kabupaten Magetan kini bisa mengikuti pembelajaran berbasis digital berkat 18 unit Chromebook yang diterima sekolah sejak 2021. Kehadiran perangkat itu membuat siswa lebih mudah mengerjakan tugas, mengikuti ujian, hingga mengenal aplikasi interaktif.

Syafeea, siswa kelas 5A, mengaku antusias menggunakan laptop sekolah. Syafeea bahkan memanfaatkan laptop sekolah untuk mengikuti lomba menulis yang digelar Dinas Arpus Magetan. “Saya tidak punya laptop di rumah, tapi sekarang bisa mengerjakan soal dengan laptop. Belajarnya lebih menyenangkan karena ada gambar, video, dan audio,” ujarnya, Rabu (10/9/2025).

Baca Juga:  Kebakaran Hutan Rakyat di Gunung Bancak Magetan Meluas 1 Hektar, Dipadamkan Manual

Gibran, siswa lain, menilai pembelajaran matematika lebih mudah dipahami dengan bantuan video dan gambar. “Belajarnya tidak membosankan. Di rumah ada laptop kakak saya, tapi di sekolah lebih lengkap,” ungkapnya.

Guru pembimbing IT SDN Sukowinangun 1, Okki Aryan, mengatakan, awalnya tiga Chromebook pertama yang datang digunakan guru untuk kebutuhan administrasi. Setelah pengiriman tahap kedua sebanyak 15 unit laptop, sekolah mengubah ruang aula menjadi laboratorium komputer sederhana agar siswa bisa ikut memanfaatkannya. “Anak-anak sempat takut salah pencet, tapi sekarang justru lebih cepat belajar daripada guru,” kata Okki.

Baca Juga:  Berikan Beasiswa Kepada Atlet Berprestasi, Rektor Unesa: Unggulan Kami Adalah Olahraga

Kehadiran Chromebook juga mengakhiri kebiasaan siswa menumpang ujian di SMP Negeri 2 Magetan. Kini, sekolah bisa menggelar ujian sendiri meski perangkat terbatas. “Dulu numpang di SMP, sekarang bisa ujian mandiri,” tambah Okki.

Baca Juga:  PDAM Bagikan 400 Paket Sembako Kepada Warga Terdampak Covid 19 Yang Melakukan Isoman

Selain membantu siswa, Chromebook memudahkan guru mengelola administrasi melalui aplikasi Kementerian Pendidikan yang terintegrasi dengan Google Classroom. Okki menyebut perangkat ini mengubah pola belajar siswa. “Mereka belajar tanggung jawab merawat perangkat, mengenal coding, dan menyadari belajar bisa lebih kreatif. Harapan kami ada tambahan unit agar semakin banyak siswa merasakan manfaatnya,” pungkasnya. (DmS)

VISUAL NEWS klik

Loading

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM