RASI FM – Bakal Calon Bupati Magetan dalam Pilkada 2024 Sujatno kembali serap aspirasi masyarakat dalam kegiatan sosialisasi Pilkada 2024 di Jl Kresno Kabupaten Magetan. Siti Rukayah Ketua RW 1 Desa Kebon Agung Kabupaten mengaku memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengadukan penerapan satu jalur di lingkungannya yang merugikan masyarakat pelaku UMKM. Banyaknya pemilik mobil yang memarkir kendaraan mereka di bahu jalan karena tidak memiliki garasi juga membuat jalan menjadi sempit. Keberadaan mobil yang diparkir di bahu jalan juga membuat pelaku UMKM sepi pembeli.
“Warga disini mengeluhkan penerapan jalur satu arah membingungkan warga, jadi UMKM itu kecewa karena mau ke alun alun pulangnya muter. Warga kami yang menggeluti UMKM juga sepi di jalur tersebut,” ujarnya.
Parkir mobill di bahu jalan selain membuat sempit jalan juga membuat kondisi Jl Kresno rawan kecelakaan. Kondisi jalan yang menjadi sempit dan ramainya kendaraan karena di jadikan satu jalur membuat sejumlah kecelakaan tidak bisa dihindari. Dia berharap dari pengaduannya kepada calon bupati tersebut mendapatkan solusi setidaknya ada penerapan jalur satu arah diberlakukan pada jam tertentu sehingga masyarakat bisa melakukan kegiatan UMKM dan adanya jalur alternative sehingga mengurangi volume kendaran untuk menghindari kecelakaan.
“Dari ujung ke ujung itu penuh dengan parkir mobil, jalannya tinggal separuh. Itu sering terjadi kecelakaan, anak anak terserempet karena pada lari lari sementara jalannya sempit,” imbuhnya.
Calon Bupati Magetan dalam Pilkada 2024 Sujatno mengaku akan membuat kajian terkait keluhan warga tersebut. Menurutya penerapan satu jalur di Jl Kresno harus ditinjau ulang karena merugikan masyarakat pelaku UMKM yang berada dilingkungan tersebut. Jalur satu arah seharusnya diterapkan sesuai dengan kepadatan arus lalulintas sehingga masyarakat yang menggeluti UMKM di sekitar jalan Kresno bisa melakukan aktifitas perekonomian sementara adanya parkir mobil warga yang mempersempit jalan harus dicarikan solusi.
“Kalau kajian saya sementara kalau memberikan efek positif pada pertumbuhan ekonomi harus dikaji. Selama ini malah ribet, bayak keluhan penjual nasi dan mie yang harus muter ini jadi catatan saya. Secara umum kalau penerapan satu jalur 24 jam belum waktunya, kalau jam tertentu jam kerja yang padat itu bisa diterapkan, setelah itu harusnya diberlakukan 2 jalur agar perekonomian warga juga jalan,” katanya. (DmS)