Connect with us

Ekonomi&UMKM

Berkebutuhan Khusus Tak Surutkan Niat Waryono Tingkatkan Kualitas Produk Kripik Tempe dan Kripik Pisang Melalui Pelatihan

Published

on

Rasi Fm – Namanya Pak Waryono dari Desa Nguri Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan yang tak pernah lelah mengikuti pelatihan yang dilakukan oleh Dinas Sosial untuk meningkatkan kualitas produknya meski keterbatasan dialaminya. Waryono mengalami perkembangan kaki yang tidak sempurna sejak lahir, sehingga harus menggunakan alat bantu kruk untuk beraktifitas. Namun keterbatasan tersebut tak menyurutkan niatnya untuk mengembangkan produk keripik tempe dan pisang.
Sebelumnya melalui produk Pak War Kripik, Waryono hanya memproduksi kripik tempe saja karena produk tempe cukup melimpah di desanya. Untuk menambah varian jenis keripiknya, Waryono kemudian mengikuti pelatihan untuk pembuatan keripik pisang. Saat ini untuk megembangkan pembuatan keripik pisang Waryono masih terkendala mesin perajang yang masih dilakukan secara manual.
“Sebelumnya cuma keripik tempe saja, terus ada pelatihan ada ketrampilan keripik pisang akhirnya saya membuat keripik pisang. Itu mulai dari proses pembuatan sampai packing. Masahnya masih manual, kalau ada bantuan ya mesin perajang begitu,” ujarnya.
Dalam satu hari Waryono membutuhkan 5 kilogram pisang sebagai bahan pembuatan keripik pisang. Untuk mendapatkan bahan waryono mengaku kadang kesulitan karena pisang selain mahal juga terkadang sulit didapatkan dipasar. Sementara untuk keripik tempe Waryono membutuhkan 10 kilo tempe setiap hari untuk dibuat keripik. Untuk pemasaran Waryono mengaku tidak kesulitan karena sejumlah warga yang catering dan warga yang punya hajat akan memesan kepadanya. Perkembangan usahanya saat ini Waryono telah memiliki karyawan dan armada untuk mengantar pesanan keripik warga.
“Diambilin catering , terus untuk hajatan. Untuk mengoreng dibantu tetangga, kalau pembelian 10 kilo biasanya saya antar pakai armada, saya antar sendiri,” imbuhnya.
Selain membuat keripik tempe dan keripik pisang, Waryo1no juga membuka usaha café kecil dengan menjual minuman jus dan jajanan di depan rumahnya mengingat didepan rumahnya terletak sekolah madrasah. Untuk lebih memperkenalkan produknya Waryono juga mengenalkan keripiknya melalui media sosial. Waryono berharap usahanya akan berkembang dan bisa memenuhi kebutuhan keluarganya. (DmS).

 43 total views,  3 views today

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *