Pendidikan
Animo Tinggi, 75 Anak Daftar Forum Anak Gen 7 Kabupaten Magetan Periode 2026-2027.
Published
4 minggu agoon
By
rasinews
RASI MEDIA– Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Magetan mencatat antusiasme tinggi anak-anak dalam pendaftaran Forum Anak Generasi 7 (Gen 7). Sebanyak 75 anak mendaftarkan diri, jumlah yang melebihi ekspektasi panitia.
Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DPPKBP3A Magetan, Indriana Agustin , mengatakan pendaftar Forum Anak Gen 7 tidak hanya berasal dari wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau daerah pinggiran.
“Alhamdulillah, pendaftaran Forum Anak Gen 7 ini di luar ekspektasi kami. Jumlahnya mencapai 75 anak dan sebarannya tidak hanya di perkotaan, tapi sudah sampai Bawatanan, Menderona, Didos, dan wilayah luar lainnya,” kata Indriana.
Indriana menjelaskan, DPPKBP3A Magetan bertujuan terbentuknya kepengurusan Forum Anak tingkat kabupaten sebanyak 30 anak. Meski begitu, anak-anak yang belum terpilih tetap akan dilibatkan dalam berbagai kegiatan.
“Sementara yang dibutuhkan untuk kepengurusan kabupaten sekitar 30 anak. Namun, sisanya tidak kami lepas. Mereka tetap kami rekrut dan akan kami jadikan pioner atau contohan di daerah masing-masing,” jelasnya.
Menurut Indriana, anak-anak tersebut nantinya ikut berperan sebagai penggerak terbentuknya forum anak di desa, kelurahan, hingga kecamatan. Dengan demikian, jejaring Forum Anak dapat terbentuk secara berjenjang.
“Kami ingin mereka menjadi penghubung. Dari desa, kecamatan, sampai kabupaten sudah punya link. Jadi tinggal menggerakkan anak-anak di sekolah maupun lingkungannya,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, DPPKBP3A Magetan juga menggandeng Tim Penggerak PKK Kabupaten Magetan untuk memperluas pembentukan Forum Anak hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
Indriana menegaskan, Forum Anak memiliki peran penting sebagai pelopor dan pelapor (2P) . Anak-anak diharapkan aktif memelopori kegiatan positif di lingkungan desa, seperti kegiatan literasi, posyandu, maupun kegiatan edukatif lainnya.
“Selain sebagai pelopor, mereka juga berperan sebagai pelapor. Jika ada kasus di lingkungan sekolah atau masyarakat, mereka bisa menyampaikan dan melaporkan melalui mekanisme yang ada di dinas,” tegasnya.
Ia menambahkan, program dan kegiatan Forum Anak tetap mengacu pada panduan nasional dengan fokus perlindungan dan pemberdayaan anak. Edukasi ke sekolah, pembentukan forum anak, serta pelatihan akan terus dilakukan, termasuk momentum peringatan Hari Anak.
“Harapannya, anak-anak tetap merasa bangga, baik di sekolah, keluarga, maupun lingkungannya, karena mereka menjadi bagian dari wadah partisipasi anak,” pungkas Indriana.
415 total views, 3 views today


