News
13 Jemaah Umroh Asal Ponorogo Sempat Tertahan di Jeddah Karena Eskalasi di Timur Tengah.
Published
1 bulan agoon
By
rasinewsRASI MEDIA – Sebanyak 13 jemaah umroh asal Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, sempat tertahan di Jeddah dan tidak bisa kembali ke tanah air akibat konflik yang terjadi di Timur Tengah.Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Ponorogo, Marjuni, mengatakan 13 jemaah dari salah satu PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh) itu seharusnya sudah kembali ke Indonesia, namun tertahan di Bandara Jeddah.“13 jamaah ibadah umroh dari PPIU tertentu ini saatnya pulang mereka tertahan di Jeddah,” ujar Marjuni, Rabu (4/2/2026).
Ia menjelaskan, para jemaah mulai tertahan sejak Sabtu (28/2/2026). Hingga Selasa malam, mereka telah mengalami overstay selama tiga malam.”Kalau kita hitung sampai dengan kemarin sudah tiga malam. Ada over stay tiga malam,” tegasnya.
Marjuni memastikan pihak PPIU bertanggung jawab penuh terhadap 13 jamaah tersebut. PPIU juga telah menyediakan penginapan di sekitar bandara sambil menunggu kepastian jadwal penerbangan dan kondisi keamanan.“Informasi dari PPU alhamdulillah semua jamaah sehat,” kata Marjuni saat dikonfirmasi di kantornya, Jalan Ir Juanda, Kelurahan Tonatan, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo.
Ia menambahkan, Informasi terbaru bahwa seluruh jamaah yang sempat tertahan itu sudah diberangkatkan dari Jeddah.“Halaman ini kami dapat informasi, sudah diterbangkan dari Jeddah kemudian mendarat lewat Sri Begawan, Brunei Darussalam,” terangnya.
Secara keseluruhan, terdapat 38 warga Ponorogo yang tengah menjalankan maupun telah menyelesaikan ibadah umroh di Tanah Suci, baik di Makkah maupun Madinah. Data tersebut merupakan pembaruan dari informasi awal yang menyebutkan 54 jamaah.”Infonya kemarin 54 jamaah.Tetapi setelah saya update informasi dari teman-teman PPIU, memang ada sebagian jamaah dari luar kota juga. Ternyata dua orang cancel tidak jadi berangkat. Total 38 warga Ponorogo yang sedang di sana,” jelasnya.
Dari jumlah tersebut, 25 jemaah masih menjalankan ibadah umroh di Makkah dan Madinah dengan kondisi aman dan lancar.“25 jamaah yang melaksanakan ibadah umroh di Makkah maupun di Madinah bisa berjalan dengan aman, nyaman, ibadahnya,” ungkapnya.
Sementara itu, pemerintah untuk sementara menghentikan pemberangkatan jemaah umroh menyusul eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Marjuni mengaku telah menyampaikan imbauan resmi dari Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Haji dan Umroh kepada para PPIU.“Edaran bahwasanya selama ekskalasi ini belum melembut, masih tinggi seperti ini di Timur Tengah, maka tidak ada pemberangkatan jamaah umroh,” ucapnya.
161 total views, 3 views today


