RASI FM – TMMD ke 118 di Kabupaten Magetan dilaksanakan di desa Plangkrongan Kecamatan Poncol, dibuka secara resmi oleh Bupati Magetan Suprawoto dengan kegiatan pasar murah sembako, santunan kepada masyarakat kurang mampu, kegiatan pemeriksaan kesehatan lansia dan peninjauan lokasi. Danrem 081/Dhirotsaha Jaya Kolonel Inf H. Sugiyono, S.Sos., M.Si. mengatakan, dipilihnya Desa Plangkrongan sebagai lokasi TMMD ke 118 dikarenakan selain wilayah desa yang terpencil dan terisolir untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan melakukan sejumlah pembangunan seperti jalan dan membangun kebutuhan pendukung lainnya seperti pembangunan masjid serta infrastruktur social lainnya.
“Untuk TMMD ini mencari daerah terisolir dengan maksud meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan membangun rabat jalan, memperbaiki tempat umum masjid, mushola pos kampling dalam rangka menciptakan kondisi kondusif dan meningkatkan keamanan masyarakat,”ujarnya.
Danrem 081/Dhirotsaha Jaya Kolonel Inf H. Sugiyono, S.Sos., M.Si. menambahkan, kegiatan TMMD di Desa Plangkrongan melakukan pembuatan talud jalan sepanjang 90 m, rabat beton jalan spanjang 2.602 meter dengan lebar 3 meter yang merupakan penghubung dusun Tiron dan Beji, pembuatan saluran air sepanjang 825 meter dengan ketinggian 40 m, rehab 2 rumah ibadah, renovasi poskamling, serta kegiatan non fisik seperti penyuluhan dan sosialisasi. Dalam kegiatan TMMD kali ini TNI menurunkan 150 personil dibantu dengan masyarakat serta personil dari unsur pemerintah daerah.
”Dengan adanya jalan rabat ini bisa menghubungkan transportasi lebih mudah lagi, untuk rabat 2.600 meter. Kami lakukan selama 1 bulan bekerjasama dengan masyarakat setempat terima kasih pak bupati, pak kapolres, kepala desa, tolong dilaksanakan secara bersama sama, untuk personil 150 orang lengkap dengan masyarakat di sini juga,” imbuhnya.
Bupati Magetan Suprawoto usai melakukan peninjauan kegiatan TMMD mengatakan, program TMMD yang merupakan kegiatan lintas sektoral dengan Kementrian/LPNK, Pemda dan masyarakat yang dilaksanakan secara gotong royong sehingga dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat. Desa Plangkrongan yang memiliki akses terbatas dan lokasi yang rawan longsor sangat terbantu dengan pembangunan jalan yang disertai dengan saluran air dan talut sehingga masyarakat mudah melakukan mobilisasi untuk menuju wilayah lain dan memudahkan mengangkut hasil panen.
“Dampak TMMD itu luar biasa, kalau dulu ABRI masuk desa sekarang TMMD. Setiap ada TMMD kepala desa rebutan. Desa Plangkrongan yang kita pilih memang wilayahnya sulit, akses masyarakat juga terbatas seandainya tidak dilakukan TMMD. Kita menyarankan membangun jalan dengan saluran air, talut artinya kita tidak sekedar membangun jalan tetapi jangan sampai longsor dan ikutan lainnya. Kita tidak hanya membagun fisik tetapi juga non fisik penyuluhan dari stunting sampai perlunya menjaga lingkungan,” katanya.
Sementara Kepala Desa Plangkrongan Wawan Setyo Budi mengaku Kegiatan YMMD ke 118 di desanya yang memiliki luas wilayah hamper 7.000 hektar yang memiliki jalan hampir 30 kilometer sangat membutuhkan pembenahan infrastruktur jalan mengingat anggaran yang dimiliki desa belum bisa mengcover peningkatan infratruktur jalan di desanya. Sebelum TMMD dilaksanakan di Desanya dia mengaku banyak jalan yang dulunya bahkan merupakan jalan tanah sehingga warga kesulitan untuk untuk mobilisasi mengangkut hasil panen maupun menuju wilayah lain .
“Dulu belum makadam, makadam yang kita lihat itu dulu ABRI masuk desa di makadam. Sekarang perkembangan jaman harus dirabat. Untuk lebarnya 3 meter, Itu sebagai pendongkrak ekonomi, itu jalur ekonomi jadi jalan penghubung dari Kecamatan Ngariboyo, Desa Selotinah dengan kecamaan Plaosan desa Randugede yang melewati kecamatan Poncol desa Plangkrongan. Manfaatnya bisa mengurangi jarak tempuh bisa mengurangi 20 menit. Itu juga digunakan sebagi jalan angkut pertanian. Dengan baiknya jalan bisa menekan biaya transportasi masyarakat,” katanya. (DmS)