Connect with us

Magetan's

Tanggapi Proyek Jalan Yang Rusak, Ketua Komisi D DPRD Magetan Soroti Peran Konsultan Pengawas.

Published

on

Tanggapi Proyek Jalan Yang Rusak, Ketua Komisi D DPRD Magetan Soroti Peran Konsultan Pengawas.

Rasi Fm – Komisi D DPRD Kabupaten Magetan menyoroti peran konsultan pengawas terhadap sejumlah pengerjaan infrastruktur yang dikeluhkan warga karena mengalami kerusakan, padahal proyek tersebut baru beberapa bulan selesai dikerjakan. Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Magetan Suyono Willing mengatakan, kerusakan sejumlah proyek yang baru selesai dikerjakan menurutnya tak lepas dari teledornya konsultan pengawas. Politisi Partai PDIP tersebut menyayangkan adanya perilaku konsultan yang malas melakukan pengawasan terhadap proyek yang menjadi tanggung jawabnya. Menurutnya di setiap proyek harusnya ada buku laporan harian terkait progress pengerjaan proyek untuk mengawasi kualitas infrastruktur yang dibangun. Dengan adanya pengawasan melekat pada proyek yang dikerjakan maka kerusakan dini karena kesalahan pengerjaan bisa diminimalisir.
“Ada daftar namanya buku harian, ada catatan progress. Konsultan pengawas itu katakan dari mulai awal pengerjaan SPMK itu keluar dari hari ke hari ada catatan ngga disitu. Lha kalau tidak ada ini puredari kesalahan dari Konsultan pengawas. Kadang kadang menjengkelkan konsultan pengawasan datangnya hanya seminggu sekali, Bahkan sampai selesai hanya datang pertama dan terakhir. Ini menyedihkan,” ujarnya.
Suyono Willing menambahkan, seharusnya selaku konsultan pengawas juga bisa bertindak tegas dengan memberikan saran perbaikan jika menemukan pengerjaan proyek yang menyimpang dari ketentuan perencanaan. Konsultan pengawas juga bisa menghentikan pengerjaan proyek jika kontraktor masih nekat melanjutkan pengerjaan pembangunan tanpa mengindahkan masukan dari pengawas.
“Pelaksana pekerjaan itu tidak sesuai dengan spek itu berhak untuk menghentikan. Hentikan dulu. Pengerja proyek bisa memperbaiki tidak yang sudah dikerjakan bongkar dulu, disesuaikan dengan standar disesuaikan dengan speknya. Ketika tidak sesuai dengan 3 hal, kuantitas, kualitas, ketetapan waktu maka konsultan pengawas harus memberikan catatan sehingga tidak bisa diuangkan,” imbuhnya

Baca Juga:  Jakarta Resmi Berlakukan PSBB Karantina Wilayah

Terhadap sejumlah pelaksanaan proyek yang rusak padahal baru selesai dikerjakan, DPRD Kabupaten Magetan rencananya akan melakukan rapat dengar pendapat RDP dengan OPD tekait di Gedung DPRD Kabupaten Magetan Minggu depan. (DmS)

Baca Juga:  Pasien Positif Corona di Jatim Mencapai 91 Orang

 395 total views,  3 views today