RASI FM – Sempat menjadi perbincangan masyarakat karena Mbah Semi (90) hidup sebatang kara warga Desa Gebyog, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur tidak terdaftar sebagai penerima beras miskin bantuan Badan Pangan Nasional yang mulai disalurkan, sejumlah organisasi masyarakat bahkan anggota DPRRI menyambangi rumah Mbah Semi. Kepala Desa Gebyog Suyanto mengatakan, sejak pemberitaan Mbah Semi tak dapat bantuan beras miskin beredar di media sejumlah relawan dan anggota DPR RI berkunjung ke rumah Mbah Semi.
“Sudah beberapa hari ini ada dari organisasi bahkan Anggota DPRRI dari Golkar, saya lupa namanya berkunjung ke rumah Mbah Semi. Ada yang bawa sembako ada juga yang mau merehab dapur mbah Semi,” ujarnya ditemui di ruang kerjanya Selasa (6/2/2024).
Suyanto menambahkan, selain mbah Semi Suyanto mengaku ada 73 warganya yang miskin namun tidak menerima bantuan beras miskin yang disalurkan pemerintah. Dia mengaku saat ini pemerintah Desa Gebyog tengah mengusulkan 72 warga tersebut untuk bisa menerima beras miskin dari pemerintah pusat.
“Yang 72 lebih miskin dari 134 yang menerima bantuan raskin saat ini. Terserah nanti yang telah menerima tetap menerima atau mau digantikan oleh warga yang lebih miskin tersebut, kami sudah usulkan,” imbuhnya.
Sebelumnya Mbah Semi (90) mengaku tak terdaftar sebagai penerima beras miskin yang disalurkan oleh Badan Pangan nasional mulai Bulan Januari kemarin. Sejumlah warga Desa Gebyog yang memiliki mobil juga terdaftar sebagai penerima raskin, sayangnya Mbah Semi yang hidup sebatangkara di rumah bantuan RLTH tahun 2018 justru tidak menerima bantuan.
Kepala Desa Gebyog mengaku heran karena sejak menjabat tahun 2019 masyarakat terdata miskin justru bertambah dari 80 keluarga menjadi 200 keluarga. Dia memastikan ada kesalahan input data terkait warga terdata miskin di desaanya. (dMs)