News
Sampah Menumpuk Kiriman Dari Hulu Sungai Rusak Jembatan, Pemdes Ngelang Sambat BBWS DAS Solo.
Published
2 minggu agoon
By
rasinews
Magetan – Pemerintah Desa Ngelang, Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan, berkoordinasi dengan BBWS Bengawan Solo untuk menangani tumpukan sampah kiriman yang menyumbat aliran sungai hingga memicu luapan air.
Kepala Desa Ngelang, Yudik Maarif, mengatakan penumpukan sampah dari wilayah hulu membuat aliran sungai tersendat. Karena volumenya besar dan disertai batang pohon, penanganan tidak memungkinkan dilakukan secara manual.
“Awalnya kami bersihkan manual, tapi karena banyak sampah dan ada pohon besar, akhirnya kami koordinasi. Alhamdulillah direspon dan alat berat diturunkan,” ujarnya.
Dengan bantuan alat berat, sampah yang menutup aliran sungai berhasil diangkat dan kini aliran air kembali lancar. Ia menegaskan, sampah kiriman tersebut menjadi salah satu penyebab utama luapan air yang sempat menggenangi lahan pertanian warga, terutama di wilayah sebelum jembatan.
Selain persoalan sampah, Yudik juga menyoroti kondisi sungai yang sudah lama tidak dinormalisasi secara menyeluruh. Ia menyebut normalisasi terakhir dilakukan sekitar tahun 2007.
“Kalau normalisasi total itu terakhir sekitar tahun 2007, jadi sudah cukup lama. Makanya sekarang kondisi sungai juga mengalami pendangkalan di beberapa titik,” jelasnya.
Meski begitu, pihak desa tidak hanya menunggu program besar, tetapi juga aktif melakukan mitigasi bersama masyarakat dengan memantau kondisi sungai secara berkala.
“Kami dari desa bersama masyarakat aktif untuk mitigasi bencana. Artinya sebelum terjadi, kami sudah melihat kondisi sungai. Kemarin itu yang memperparah memang dari sampah kiriman,” tambahnya.
Di sisi lain, kondisi jembatan di atas aliran sungai tersebut juga dinilai mengkhawatirkan akibat tekanan aliran dan tumpukan material. Pemerintah desa telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk pembangunan jembatan baru, yang saat ini masih dalam tahap survei awal.
“Jembatan ini sudah sangat mengkhawatirkan. Kemarin sudah ada survei, termasuk pengecekan kekuatan tanah. Tinggal menunggu proses pembangunan,” ungkapnya.
Pemdes Ngelang berharap penanganan tidak hanya berhenti pada pembersihan sampah, tetapi juga berlanjut pada normalisasi sungai dan pembangunan infrastruktur agar potensi banjir luapan tidak kembali terjadi.
150 total views, 6 views today


