Connect with us

Magetan's

Penampungan Limbah LIK Sudah Separuh Lebih, Masih Menunggu Regulasi Lanjutan.

Published

on

Penampungan Limbah LIK Sudah Separuh Lebih, Masih Menunggu Regulasi Lanjutan.

Rasi Fm – Penampungan limbah hasil pengolahan samak kulit di LIK Magetan telah mencapai separuh dari kapasitas penampungan yang ada. Kepala UPT Lik Magetan Maryadi mengatakan, penampungan sementara di belakang LIK mampu menampung 2000 meter kubik dan saat ini satu penampungan yang mampu menampung 1.000 meter kubik lumpur limbah sudah penuh.
“Ipal air sudah mampu kita olah dengan baik sudah masuk baku mutu. Problemnya tinggal lumpur. Dengan kesepakatan bersama semua pihak, pemkab DPRD, DLH dan sebagainya sepakat supaya pabrik tidak berhenti ditampung di belakang penampunagn sementara yang di belakang kantor, sementara itu,” ujarnya.
Maryadi menambahkan, pemerintah daerah telah menggelontorkan anggaran 2 milyar untuk mengatasi limbah pengolahan kulit di LIK Magetan, namun karena terdampak covid 19 membuat program penanggulangan limbah kulit di Magetan belum maksimal. Saat ini Pemerintah daerah Magetan dengan pemerintah provinsi dan PT Sier telah menandatangi MOU terkait penanganan lebih lanjut pengolahan limbah samak kulit LIK Magetan.
“Di belakang itu sebenarnya mampu 2000 meter kubik lebih, Sekarang yang penuh baru Satu sekitar 1000 meter kubik . Penuh tapi kebijakan itu kami biarkan, airnya itu mengakir kami olah lagi sehingga kita buang dalam keadaan bersih. Setelah penuh, lumpurnya belum. Itu MOUnya sudah ditandatanagni oleh Bupati, gubernur dan PT Sier nantinya dia sebagai operator dan investor,” imbuhnya.
Sebelumnya operasional LIK di Magetan sempat terhenti pada awal tahun 2020 karena penanganan limbah pengolahan kulit LIK yang belum maksimal sehingga mencemari Sungai Gandong. Dengan adanya mesin pengolah limbah operasinonal LIK akhirnya kembali berjalan dan saat ini membutuhkan penanganan lebih lanjut karena satu dari 2 penampungan sementara limbah telah penuh. (DmS)

Baca Juga:  Pemerintah Belum Cairkan Santunan Warga Meninggal Karena Covid 19.

 190 total views,  3 views today