Connect with us

Hukum&KRIMINAL

Ngeluruk ke Polres, Belasan Petani Desa Gebyog Adukan Dugaan Penggelapan Pupuk Bersubsidi

Published

on

Ngeluruk ke Polres, Belasan Petani Desa Gebyog Adukan Dugaan Penggelapan Pupuk Bersubsidi

Rasi Fm – Belasan petani dari Desa Gebyog Kecamatan Karangrejo Kabupaten Magetan ngeluruk ke Kantor Kepolisian Resor Magetan. Mereka mengadukan dugaan penggelapan pupuk bersubsidi oleh kios penyalur pupuk. Pengawas Gapoktan Desa Gebyog Mulyono mengatakan, petani didesanya kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi jenis ponska. Para petani melalui kelompok tani mengaku telah membayar dahulu kuota pupuk bersubsidi jatah mereka untuk masa tanam ke 2, namun hingga masa tanam ke 3 mereka belum mendapatkan semua jatah pupuk bersubsidi. Bahkan dari pengakuan kios penyalur pupuk bersubsisi mengaku telah menyalurkan pupuk bersubsisi untuk masa tanam ke 3, padahal petani mengaku tidak pernah mengambil kuota pupuk untuk masa tanam ke 3. Kios penyalur diduga menggelapkan lebih dari 7 ton pupuk bersubsisi jatah petani.
“Kemarin sistemnya kelompok tani Desa Gebyog itu kan bayar dulu baru ada pupuk. Tapi bayarnya sesuai dengan apa kebutuhan pupuk. Ternyata setelah petani membayar disodorkan ke kios yang disalurkan itu kurang. Jenis kekurangannya yaitu jenis ponska. Dari distributor katanya sudah dikirim semua untuk kebutuhan pupuk Desa Gebyog,” katanya.
Sementara Kasatreskrim Polres Magetan AKP Ryan Wira Raja Pratama mengatakan, terkait pengaduan para petani Desa Gebyog pihaknya masih akan meminta keterangan sejumlah pihak terkait dugaan penggelapan pupuk bersubsidi tersebut. Dari keterangan para petani yang mengadukan kios penyalur pupuk bersubsidi tersebut, mereka mengaku telah membayar kuota pupuk bersubsidi jatah mereka namun hingga saat ini pihak kios belum bisa menyediakan pupuk bersubsidi jatah petani.
“Sejauh ini tadi sudah melakukan pengaduan kepada kami . Sejauh ini langkah yang kita ambil kita harus tahu masalah itu secara utuh, kita akan melakukan pemeriksaan kita akan teliti permasalaahn tersebut. Setelah kita tahu seluruhnya, kita mintai keterangan yang bersangkutan baru kita nanti setidaknya tahu permasalahan tersebut,” katanya.
Sebelumnya pemerintah kecamatan Karangrejo telah melakukan mediasi pada tanggal 9 September lalu antara petani dengan kios penyalur pupuk bersubsidi dengan kesepakatan kios akan memenuhi kekukarangan kuota pupuk bersubsidi dalam jangka waktu 10 hari. Kios juga menyetujui permintaan kelompok tani untuk mengalihkan penyaluran pupuk bersubsidi dari kios kepada bumdes desa Gebyog. Namun hingga akhir Bulan Oktober pihak kios belum ada realisasi dari kesepakatan yang telah di buat. (DmS)

Baca Juga:  Ribut Ribut Pengembalian Uang 37 Juta Dianggap Selesai, Kasun Selawe Desa Taji Masih Harus Membiayai Proyek Jalan Desa Senilai 139 Juta Rupiah Dari Anggaran Pribadi.

 367 total views,  3 views today

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *