Connect with us

Politik

Mengenal Rumah Carat, Rumah Bersejarah Yang Dimiliki 6 Bupati di Magetan

Published

on

Mengenal Rumah Carat, Rumah Bersejarah Yang Dimiliki 6 Bupati di Magetan

Mengenal Rumah Carat, Rumah Bersejarah Yang Dimiliki 6 Bupati di Magetan

Rasi Fm – Sebuah rumah berarsitektur kuno di Jl Samudra dengan sebuah plakat bertuliskan No 12 RT 9 RK II R Moetadjab HD Winoto terlihat masih kokoh berdiri meski terlihat rapuh. Rumah yang berdiri pada tahun 1885 tersebut lebih dikenal warga sebagai rumah Ngeksi Purno atau rumah Dalem Carat .
Rumah besar bergaya campuran antara arsitek Kerajaan Majapahit dan Pakualam tersebut merupakan rumah bersejarah yang pernah dihuni oleh 4 Bupati. Muries Subiyantoro juru bicara ahli waris keluarga besar dari Gubernur Soerjo mengatakan, rumah kuno tersebut merupakan rumah yang dibeli oleh Bupati Kabupaten Magetan ke 11 Kertohadinegoro yang menjabat pada tahun 1887. Rumah tersebut dulunya difungsikan sebagai guest house pada jaman penjajahan Belanda.
“Itu berdiri tahun 1885. Itu sejarahnya dibeli oleh eyang Kertohadinegoro, itu eyang lider. Setelah itu dibuat oleh Belanda guest house. Setelah Belanda tidak lagi disitu akhirnya ini kan rumah keluarga akhirnya turun temurun. Eyang Lider ini kalau tidak salah menjadi Bupati tahun 1887 dan sejarah Bupati rumah carat tu ada 6. 6 Secara garis keturunan baik keturunan darah maupun tidak darah,” ujarnya.
Muries menambahkan, rumah carat yang dibeli oleh Bupati Kertohadinegoro yang menjabat pada tahun 1837 hingga tahun 1852 dimana 4 Bupati yang sempat tinggal di rumah tersebut adalah Bupati Kertohadinegoro /Adiwinoto yang menjabat pada tahun 1887 sampai dengan tahun 1912, Bupati Hadiwinoto/ Surohadinegoro yang menjabat pada tahun 1912 sampai dengan tahun 1938 , Bupati Soerjo yang menjabat pada tahun 1938 sampai dengan tahun 1943 dan Bupati Tjokrodiprojo yang menjabat pada tahun 1943 sampai dengan 1945.
“ Bupati Kertonegoro itu punya anak mantu namanya Surodiningrat III yang menjabat Bupati Magetan pada tahun 1852 sampai dengan tahun 1887. Rumah Carat itu di beli pada tahun 1885, “ imbuhnya.
Gubernur Soerjo merupakan salah satu Bupati yang sempat tinggal di rumah Carat saat menjabat dari tahun 1938 sampai dengan 1943. Rumah Carat waktu itu dijadikan sebagai rumah peristirahatan jika akhir pekan. Bahkan Bupati Soerjo waktu itu sering berangkat ke kantor Kabupaten yang terletak di sebelah Selatan alun alun dari rumah Carat.
“Eyang Suryo dulu ketika jadi bupati itukan tempat kerjanya pendopo, surya graha sekarang. Kalau sabtu minggu kan week end hari liburlah, itu istirahatnya disana di Bulukerto di rumah carat itu. Dan kamarnya namanya kamar pusaka. Kenapa kamar pusaka karena setelah eyang Suryo meninggal kamar itu difungsikan sebagai kamar pusaka karena dikamar itu ada satu lemari besar dari kayu jati yang isinya pusaka pusaka bersejarah dari rumah itu,” imbuhnya.
Salah satu tokoh penting Presiden Soekarno pada tahun 1947 pernah menginap di rumah Carat ketika Gubernur Soerjo mempunyai hajat menikahkan putri semata wayangnya. Presiden Soekarno menginap di kamar yang ditempati sebagai kamar Gubernur Soerjo pada saat itu. (DmS)

 54 total views,  3 views today

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *