Connect with us

Politik

Kisah Pamsimas Desa Gebyog, Dari Tak Mengalir Karena Tak Ada Anggaran Hingga Kesadaran Maysarakat Membayar Iuran

Published

on

Kisah Pamsimas Desa Gebyog, Dari Tak Mengalir Karena Tak Ada Anggaran Hingga Kesadaran Maysarakat Membayar Iuran

Kisah Pamsimas Desa Gebyog, Dari Tak Mengalir Karena Tak Ada Anggaran Hingga Kesadaran Maysarakat Membayar Iuran

Rasi Fm – Duaratus kepala keluarga di Desa Gebyog Kabupaten Magetan mendapat bantuan pemasangan instalasi air Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS). Kepala Desa Gebyog Suyanto mengatakan, 200an warganya mendapat bantuan pemasangan gratis pamsimas mulai dari meteran hingga air mengalir dimana anggarannya ditanggung oleh pemerintah daerah.
“ Ada sumbangan baru gratis ya seperti pamsimas itu sekitar 200 kepala keluarga. Besok mulai dikerjakan sambungan baru, Pokoknya meteran bantuan pokoknya sudah nyala. Bantuan dari Kabupaten, dari pemda.” Ujarnya.
Sebelumnya Suyanto mengaku menggelontorkan anggaran Rp 500.000 kepada pengurus Pamsimas didesanya karena tidak mampu beroperasi akibat dari pengelolaan yang tidak transparan. Pinjaman uang sebesar Rp 500.000 dari desa untuk membeli pulsa listrik yang tidak mampu dibeli oleh pengurus karena tidak memiliki anggaran sama sekali akibat dari pelanggan yang enggan membayar iuran karena layanan pamsimas yang tidak maksimal.
“Tak modali 500 ribu pinjam dari desa itu untuk beli pulsa. Akhirnya biar mengalir , setelah mengalir kan masyarakat mau membayar. Yang bayar dikumpulkan beli pulsa lagi, supaya bisa ngalir terus. Gali lubang tutup lubang. Adanya 150 ya belikan 150 sing penting nggak mati,” imbuhnya.
Berkat pengelolaan yang transparan dan pelayanan kepada masyarakat yang terus membaik membuat masyarakat menyadari pentingnya pembayaran iuran Pamsimas untuk memelihara keberlanjutannya. Saat ini ini Pamsimas desa gebyog mampu menyumbang pendapatan kepada desa sebesar 1 juta rupiah setiap bulan dari kelebihan pendapatan dari iuran masyarakat.
Sebelumnya Pengelolaan yang tidak transparan membuat Pamsimas Desa Gebyog berhenti memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kepala Desa Suyanto yang dilantik pada pertengana Bulan Desember tahun 2019 lalu, kemudian mengambil langkah dengan memberikan suntikan anggaran agar pamsimas di desanya kembali memberikan pelayanan kepada masyarakat. Suyanto juga melakukan penataan terhadap pengelolaan keuangan Pamsimas.
“Langkah saya yang ada saya kelola. Saya tidak melihat kebelakang, enggak tahu,umpomo dosa disonggo dewe. Laporan harus bagaimana? Ini seharusnya kan inspektorat turun ngecek itu. Lha kalau ngecek akan saya jawab dulu yang ngelola sana. Sampai sekarang tidak ngecek,” ucapnya.
Transparansi dalam pengelolaan dan memaksimalkan layanan kepada masyarakat merupakan kunci keberhasilan jasa layanan publik Pamsimas Desa Gebyog. Pemerintah daerah seharusnya melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan Pamsimas sebagai bentuk tanggung jawab terhadap pengunaan anggaran negara. (DmS)

Baca Juga:  Polres Magetan Pastikan Tangani Dugaan Kasus Pecabulan Oleh Kakek 70 Tahun

 229 total views,  6 views today

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *