Connect with us

Magetan's

Makam Ki Mageti Nyaris jatuh Ke Sungai Gandong, BBWS Bengawan Solo Bangun Penahan Longsor.

Published

on

Makam Ki Mageti Nyaris jatuh Ke Sungai Gandong, BBWS Bengawan Solo Bangun Penahan Longsor.

Rasi Fm – Makam tokoh cikal bakal berdirinya Kabupaten Magetan, Ki Mageti dan Nyai Ki Mageti yang berada di belakang Gedung Bank Jatim dan Gedung Koperasi terancam longsor ke Kali Gandong. Dua nisan makam yang dikelilingi pagar dicat warna emas bertembok pagar dicat kuning tersebut benar benar menggantung di tebing setinggi hampir 30 meter dari dasar Kali Gandong.
Kepala BBWS Bengawan Solo Agus Rudyanto mengatakan, ada 3 titik longsor di Kali Gandong yang akan dibangun penahan longsor oleh BBWS , dimana salah satunya adalah lokasi longsor di makam Ki Mageti. Makam Ki Mageti merupakan makam yang harus diselamatkan karena merupakan benda peninggalan bersejarah bagi Kabupaten Magetan.
“Pertimbangannya yang kritis yang kita prioritaskan. Yang mengancam perumahan penduduk kemudian makam. Bangunan bersejarah sudah ada dalam perpresnya yang menyebutkan yang mengancam keselamatn dari heritage, benda bersejarah disamping rumah penduduk yang terancam,” ujarnya.
Sementara Bupati Magetan Suprawoto mengatakan, letak makam Ki Mageti yang berada di belakang kantor koperasi dan kantor bank merupakan lahan milik warga dengan jalan masuk hanya selebar kurang lebih 1 meter membuat pemerintah daerah kesulitan melakukan pengembangan kawasan makam. Rencananya pemerintah Kabupaten Magetan akan mengembangkan gedung bekas bank jatim menjadi area terbuka public. Terkait pengembangan makam Ki Mageti Bupati Magetan Suprawoto menyerahkan hal tersebut kepada para budayawan Magetan.
“Nanti budayawan gimana, kalau saya boleh didaerah itu kan untuk ruang terbuka di sebelah utara, tapi sudah miliknya masyarakat. Kalau dibikin ruang terbuka disitu kan bagus,” katanya.
Sungkowo (80), warga Kelurahan Kebonagung yang tinggal di bantaran Kali Gandong mengaku jika dulunya masih ada lahan selebar 3 meter dari bibir tebing sungai. Lokasi makam Ki Mageti sempat mengalami longsor besar. Mesti tak ingat kapan peristiwa longsor terjadi, namun Sungkowo mengaku longsor besar pertama sempat membuat bagian atap bangunan seperti pendopo yang berada di sebelah barat makam jatuh ke dasar sungai.
“Dulu masih ada jarak 3 meter dari batas sungai sebelum longsor. Longsor besar itu membuat atap makam jatuh ke dasar sungai dan kijeng makam itu retak,” katanya.
Pembangunan 3 titik longsor di Kali Gandong dialokasikan sebesar 26 miliar rupiah dari anggaran dana darurat. Pengerjaan pembangunan akan dilakukan setelah hari raya Idul Fitri. (DmS)

Baca Juga:  Warga Singolangu Bersih-Bersih Sampah di Sungai

 491 total views,  9 views today