Connect with us

Budaya

Kisah Pembatik Ciprat Langitan Dari Simbatan

Published

on

Kisah Pembatik Ciprat Langitan Dari Simbatan

Kisah Pembatik Ciprat Langitan Dari Simbatan

Rasi Fm – Hampir 5 tahun berkarya membuat batik ciprat langitan, membuat karya para penyandang disabilitas di Desa Simbatan Kabupaten Magetan, Jawa Timur ini mulai dikenal masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya pesanan batik ciprat langitan di bulan Puasa. “ Hingga lebaran mendatang pesanan hampir 1.000 lembar. Jadi kesepakatan dengan anak anak kita tetap kerja meski puasa,” ujar Deny pendamping para penyandang disabilitas di Magetan dalam pembuatan batik langit cipratan Sabtu (02/05/2020).
Karena bulan puasa maka jam kerja yang diterapkan dipangkas hanya sampai pukul 12:00 WIB. Bila hari biasa para siswa penyandang disabilitas mampu membuat 30 lembar batik perhari, maka hari puasa hanya mampu separuhnya saja. Ratusan lembar batik yang harus diserahkan sebelum lebaran tersebut merupakan pesanan dari sejumlah dinas di Kabupaten Magetan. ”Masuk puasa kita sudah ada stok 500 an lembar. Ini menyelesaiakan pesanan yang akan diserahkan sebelum hari raya,” imbuhnya.
Membagi masker dari produk gagal hingga mampu beli motor.
Kreatifitas para disabilitas di Desa Simbatan tak hanya membuat batik ciprat langitan saja, namun ditengah pandemic virus corona mereka juga turut membantu dengan menyumbangkan sejumlah masker yang dibuat dari kain batik yang gagal produksi. Banyaknya kain batik gagal prosuksi akhirnya dimanfaatkan para penyandang disabilitas untuk diproduksi menjadi masker. “ Sebelumnya kita juga beli masker untuk siswa, tapi akhirnya anak anak berinisiatif memanfaatkan kain batik yang salah pewarnaan menjadi masker,” kata Deny.
Banyaknya pesanan batik ciprat langitan menjelang lebaran membuat para penyandang disabilitas di Desa Simbatan terdongkrak penghasilannya. Endang (21) salah satu siswa yang rajin membuat corak baru batik langitan mengaku akan membeli sepeda motor minggu depan dari menyisihkan gajinya yang lebih dari 1 Juta rupiah perbulan . “ Motor bekas, dari gaji kerja disini. Setiap gajian nabung Rp 500.000 sama bunda,” katanya.
Selama 5 tahun keberadan produksi batik ciprat langitan membuat puluhan penyandang disabilitas di Desa Simbatan mampu mandiri. Sebagian siswa batik ciprat menabung dari hasilnya bekerja dengan membeli hewan ternak dari kambing hingga sapi. Hampir seluruh siswa batik ciprta langitan memiliki HP sendiri dan sebagian mau membeli sepeda motor sendiri sebagai alat transortasi. Bahkan sejumlah siswa yang telah mahir membuat batik ciprat akhirnya mampu berkarya mandiri dengan membuka produk batik ciprat sendiri. “ Dengan batik ciprat langitan mereka sekarang bisa mandiri dan tidak dipandang sebelah mata lagi oleh masyarakat,” ucap Deny.

 94 total views,  3 views today

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *