Connect with us

Magetan's

Jawaban PDAM Terkait Tuntutan Penutupan Mata Air Oleh Kuasa Hukum Mbah Mintarsih. Masih Menunggu Perintah Bupati.

Published

on

Jawaban PDAM Terkait Tuntutan Penutupan Mata Air Oleh Kuasa Hukum Mbah Mintarsih. Masih Menunggu Perintah Bupati.

Rasi Fm – Perusahaan daerah air minum PDAM Lawu Tirta Kabupaten Magetan mengaku selama ini terus berproses untuk menyelesaikan permasalahan tuntutan kompensasi yang di suarakan keluarga mbah Mintarsih. Humas PDAM Lawu Tirta Asmar Multi ditemui di ruang kerjanya mengatakan, PDAM saat ini masih melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah terkait tuntutan kompensasi dari mata air di pekarangan mbah Mintarsih yang selama 25 tahun terakhir di manfaatkan PDAM sebagai sumber bahan baku melayani kebutuhan air warga. Dia mengatakan, saat ini pihaknya telah melakukan koordinasi terkait langkah yang akan dilakukan, mengingat PDAM merupakan instistusi dari pemerintah daerah.
“Dari tim yang dibentuk itu progresnya sudah ada. Kita menunggu perintah beliau (Bupati) petunjuk beliau. Kita juga sudah berkoordinasi dengan BPKP Provinsi terkait langkah yang akan kita lakukan. Karena kita ini institusi birokrasi jangan sampai salah prosedur,” ujarnya.
Asmar menambahkan, pihaknya menampik jika tidak menanggapi tuntutan keluarga mbah Mintarsh terkait tuntutan kompensasi pemanfaatan mata air yang berada di pekarangan mbah Mintarsih. Pihaknya saat ini masih mempersiapkan sejumlah kajian termasuk advis dari Bupati Magetan terkait langkah penyelesaian tuntutan kompensasai mbah Mintarsih namun menurutnya sebagai institusi pemerintah daerah Magetan, tidak semua bergerakan pengambilan keputusan harus dilaporkan ke publik. Asmar memastikan jika komunikasi selama ini dengan keluarga mbah Mintarsih sudah berjalan dengan baik.
“Jadi komunikasi ini sebenarnya sudah jalan. Cuman kalau orang luar kan menganggap persoalan ini PDAM tidak punya respon, PDAM tidak punya tanggapan, kita sudah merespon dan menanggapi. Tapi langkah langkah kita sekali lagi proses tidak bisa sim salabim karena kita birokrasi. Direksi tanpa keputusan daripada pemilik perusahaan tidak berani melangkah tanpa petunjuk,” imbuhnya.
Asmar memastikan jika keputusan yang akan diambil Dirut PDAM adalah mediasi antara kedua belah pihak. Belum dipastikan kapan mediasi akan dilakukan meskipun kuasa hukum Mbah Mintarsih memberi waktu satu minggu dari surat permintaan penutupan dilayangkan pada Jumat lalu. (DmS).

Baca Juga:  Positif lagi 2 Orang, Kini Magetan Jadi 50 (Update)

 145 total views,  3 views today

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *