Connect with us

Legalitas

Harga Tebu Turun Sementara Biaya Operasional Naik,  Petani Tebu di Magetan Merugi.

Published

on

Harga Tebu Turun Sementara Biaya Operasional Naik,  Petani Tebu di Magetan Merugi.

 

RASI MEDIA – Petani tebu di Kabupaten Magetan mengeluhkan terus merosotnya harga gula yang tidak diimbangi dengan turunnya biaya produksi. Kondisi tersebut membuat keuntungan petani semakin tergerus, bahkan sebagian mengaku hanya berada di posisi impas hingga merugi. Ketua APTR PG Poerwodadie, Sudaryanto , mengatakan mahalnya biaya tenaga kerja, ongkos tebang, hingga biaya angkut menjadi beban utama pada musim giling tahun ini. “Posisi kita sekarang antara impas dengan rugi. Harga gula memang lebih baik dibanding tahun lalu, tapi biaya garapnya jauh lebih mahal. Harga tenaga kerja, ongkos tebang, ongkos angkut, semuanya naik,” ujarnya.

Baca Juga:  Tim Evakuasi BPBD Magetan Selamatkan Kambing yang Terperosok ke Dalam Sumur Sedalam 20 Meter.

Menurut Sudaryanto, saat ini biaya tebang berkisar Rp48.000 hingga Rp50.000 per kuintal, tergantung jarak lahan. Upah tenaga kerja laki-laki yang sebelumnya sekitar Rp60.000 per hari kini mencapai Rp80.000 per hari. Sementara itu, berbagai biaya produksi lainnya, termasuk pupuk dan operasional di lapangan, juga ikut meningkat sehingga membebani petani. “Sekarang biaya tebang sekitar Rp48.000 sampai Rp50.000 per kuintal. Tenaga kerja yang dulu Rp60.000 sekarang sudah Rp80.000 per hari. Belum lagi ongkos angkut dan biaya lainnya juga naik,” katanya.

Baca Juga:  SI SEMAR RSUD Sayidiman Magetan Bikin Pasien Tak Perlu Lama Menunggu di Depan Farmasi, Bisa Pantau Antrean lewat Barcode

Sudaryanto  menilai pemerintah perlu segera menetapkan Harga Acuan Pemerintah (HAP) gula kristal putih. Menurutnya, APTR bersama organisasi petani telah mengusulkan HAP berada di kisaran Rp15.500 hingga Rp15.750 per kilogram agar petani masih memperoleh keuntungan yang layak. Namun hingga kini, keputusan pemerintah belum juga diterbitkan. “Harapan kami HAP gula minimal di angka Rp15.500 per kilogram. Usulan itu sudah disampaikan, tetapi sampai sekarang belum ada informasi keputusan dari pemerintah. Kami berharap segera ada kepastian agar petani tidak terus menanggung beban biaya produksi yang semakin tinggi,” pungkasnya.

Baca Juga:  Terpilih Aklamasi Sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Magetan, dr. Pangayoman: Hakekatnya Sama, Semua Ingin Membesarkan Partai.

 

Loading

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM