Connect with us

News

Gempa Adventure Kembangkan Tiwul Instan di Ngrayun Ponorogo hingga Tembus Pasar Ekspor

Published

on

Gempa Adventure Kembangkan Tiwul Instan di Ngrayun Ponorogo hingga Tembus Pasar Ekspor

RASI MAGETAN – Komunitas pecinta alam Gempa Adventure Ponorogo berhasil mengangkat potensi lokal kawasan pegunungan Ngrayun melalui dua program unggulan yaitu penghijauan hutan dan pengembangan produk tiwul instan. Upaya tersebut kini membuahkan hasil manis dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat serta produk tiwul instan yang sudah mulai menembus pasar luar negeri. Ketua Gempa Adventure, Raden Roro Rina Ummu Hani Assalima mengatakan, program penghijauan yang digagas sejak 20 tahun lalu bertujuan untuk menjaga kelestarian kawasan pegunungan Ngrayun sekaligus mendorong pemanfaatan hasil alam secara berkelanjutan. Singkong sebagai bahan baku utama tiwul, dipilih karena selain tahan di lahan kering, juga menjadi makanan tradisional masyarakat setempat.

Baca Juga:  RUU TPKS Sah Jadi Inisiatif DPR, Puan Minta Presiden Segera Kirim Surpres

“Selain menanam pohon untuk konservasi, kami mendampingi warga agar singkong lokal ini bisa diolah menjadi produk modern, yakni tiwul instan. Kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi petani bahan mentah, tapi juga pelaku usaha yang punya nilai tambah,” ujarnya

Rani menambahkan, melalui pendampingan Gempa Adventure kepada Kelompok UMKM di wilayah Ngrayun dimana tiwul instan saat ini diproduksi dengan kualitas yang lebih higienis dan kemasan premium menjadi produk unggulan yang mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Awalnya masyarakat hanya menjual tiwul mentah ke pasar tradisional, namun setelah mendapatkan pelatihan produksi, pengemasan, dan pemasaran digital, omzet mereka meningkat signifikan.Produk ini tak hanya laris di pasar lokal dan wisatawan, tetapi juga berhasil dipasarkan ke negara-negara dengan populasi diaspora Indonesia, seperti Hong Kong, Taiwan, dan Singapura. “Sekarang pesanan tiwul instan tidak hanya datang dari Ponorogo, tapi juga luar negeri berkat adanya pengemasan dan juga proses pengolahan yang lebih higienis dan lain sebagainya,” imbuhnya.

Baca Juga:  Cerita Kadiyem Calon Haji Tertua dari Kabupaten Magetan.

Meski berhasil mengemas tiwul menjadi produk unggulan bahkan berhasil melakukan penjualan ke sejumlah negara lain, namun Rara mengaku potensinya masih kecil. Masyarakat membutuhkan suntikan modal untuk mengembangkan produk tiwul instan lebih berkualitas dan mampu lebih luas memenuhi permintaan pasar ke luar negeri. “UMKM imi kan masih butuh pengembangan modal karena setelah ada pesanan banyak itu kan butuh modal juga. Masyarakat juga butuh pelatihan managemen karena modal yang digunakan saat ini ya itu juga yang untuk makan. Jadi belum ada pengembangan kapasitas produksi karena keterbatasan modal,” ucapnya.

Baca Juga:  Jajal Kendaraan Listrik Buatan ITS, Ini Kata Ketua DPRD Magetan.

Menurut Rani upaya penghijauan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat ini menjadi contoh nyata bagaimana potensi lokal di kawasan pegunungan seperti Ngrayun dapat dikelola secara inovatif dan berkelanjutan. (DmS)

VISUAL NEWS klik

Loading

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM