Connect with us

News

Poltekkes Kemenkes Surabaya Gelar Pelatihan Peningkatan Mitigasi Resiko Stunting Tenaga Kesehatan Desa Tambakrejo.

Published

on

Poltekkes Kemenkes Surabaya Gelar Pelatihan Peningkatan Mitigasi Resiko Stunting Tenaga Kesehatan Desa Tambakrejo.

RASI MAGETAN – Prodi D3 Kebidanan Magetan Poltekkes Kemenkes Surabaya menggelar kegiatan pengabdian masyarakat skema program kemitraan masyarakat dengan tema pemberdayaan kader kesehatan desa Tambak Rejo dalam mitigasi resiko stunting di pedesan untuk mencegah potensi stunting meski Desa Tambakrejo saat ini termasuk desa zero stunting. Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Dosen Prodi D3 Kebidanan Magetan Poltekkes Kemenkes Surabaya Suparji mengatakan, pelatihan yang dilakukan selama 2 hari tersebut untuk meningkatkan kemampuan kader kesehatan membaca lebih dini resiko terjadinya stunting serta memetakan potensi kerentanan dan memitigasi penyebab resiko stunting sehingga kader kesehatan akan lebih dini menangani potensi stunting untuk tetap menjaga Desa Tambak Rejo zero stunting.

Baca Juga:  Dinas Sosial Kabupaten Magetan Lakukan Pemadanan Data Penerima PKH Yang Tak Sesuai Rekening.

”Ini bentuk nyata pelaksanaan Tridharma perguruan tinggi yang ketiga yaitu pengadian kepada masyarakat. Jadi pendekatan mitigasi ini diharapkan masyarakat mampu melakukan identifikasi permasalahan. Pemasalahan disini faktor ancamannya, faktor kerentanannya, termasuk identifikasi kapasitas yang mereka miliki sendiri. Dengan demikian masyarakat akan mampu melakukan pemetaan terhadap resiko bahaya dan kerentanannya dimana sehingga masyarakat mampu mengantisipasi jangan sampai stunting terjadi di desa Tambakrejo,” ujarnya.

Sutiningsih salah satu kader kesehatan Desa Tambak Rejo mengaku mendapat banyak ilmu baru untuk diterapkan di posyandu yang akan datang terkait membaca lebih dini potensi balita terpapar stunting sehingga akan lebih mudah mengatasi permaslahan terkait stunting. Melalui pelatihan dia juga mengaku bisa memetakan penyebab balita beresiko stunting. ”Kita banyak belajar tentang stunting, bagaimana melakukan pencegahan dengan melihat potensi terjadinya stunting. Kita jadi siap untuk melihat potensi penyebab stunting lebih dini,” ucapnya.

Baca Juga:  Cerita Marwan Tentang Tradisi Ziarah Makam Ronggo Galih, Pejabat Datang Secara Sembunyi Sembunyi dan Menyamar.

Kepala Desa Tambak Rejo Widji mengaku pelatihan yang dilaksanakan Prodi D3 Kebidanan Magetan Poltekkes Kemenkes Surabaya sangat membantu kader kesehatan di desanya melakukan pencegahan dan penanganan dini terhadap balita yanag beresiko terpapar stunting. Selain meningkatkan kualitas sumber daya manusia, pelatihan yang dilakukan juga akan bermanfaat untuk menjaga kasus stunting didesanya tetap zero stunting.

Baca Juga:  Melihat Rumah Sudarno Veteran yang Tinggal Dengan Sapi, Ketua DPRD Kabupaten Magetan Akan Bantu Beli Sapi.

“Kami mengucapkan terimakasih banyak kepada Prodi D3 Kebidanan Magetan Poltekkes Kemenkes Surabaya karena dengan pelatihan ini kader kesehatan kami memiliki kompetensi peningkatan sumberdaya manusia sehingga mereka memiki skil untuk lebih dini mengetahui potensi akan adanya stunting sehingga mereka mampu mencegah sejak dini jika ada balita berpotensi stunting karena desa Tambakrejo saat ini wilayah zero stunting dengan kemampuan kader kesehatan tersebut akan menjaga Desa Tambakrejo tetap zero stunting,” katanya. (DmS)

VISUAL NEWS klik

Loading

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM