Rasi Fm – Petani bawang merah di Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan merugi karena tanaman mereka diserang ulat yang membuat daun bawang merah mengering akhirnya mati. Sutikno salah satu petani bawang merah Desa Sidomukti mengatakan, daun bawang merah diserang oleh ulat ulat kecil yang biasa terjadi pada saat turun hujan di musim kemarau. Meski telah berupaya melakukan pencegahan dengan menyemprot desinfektan namun hasilnya tidak maksimal sehingga banyak petani bawang merah yang mengalami gagal panen.
“ Diserang ulat banyak kalau musim seperti ini. Ini ada yang usianya 30 hari jadi belum berbuah. Bisa disemprot tapi harus rutin, tapi semalam saja sudah rusak. Meski disemprot ta buahnya tidak maksimal,” ujarnya.
Sutikno menambahkan, selain melakukan penyemprotan desinfektan sejumlah warga juga melakukan upaya pencegahan dengan memotong daun bawang yang baru diserang ulat. Ironisnya lagi selain diserang ulat harga bawang merah di pasaran saat ini juga sedang anjlog. Satu kilo bawang merah dipasaran hanya Rp 10.000 sementara ditingkat petani harga borong bahkan dibawah Rp 10.000 .
“Kalau musim begini kami menganggap biasa saja karena musimnya bisanya begini. Harga bawang merah bsekarang Rp 10.000 kalau diborong panen 60 kuintal bisa so sampai 24 juta. Ini selak tidak ada yang beli,’ imbuhnya
Petani di Plaosan mengaku pasrah dan hanya menerima nasib dengan serangan ulat pada tanaman bawang merah mereka karena untuk melakukan penyemprotan deisnfektan membutuhkan biaya lebih tinggi dari harga bawang merah dipasaran. Mereka juga tidak melaporkan serangan tanaman bawang merah mereka kepada Dinas Pertanian terkait. (DmS)