Rasi Fm – Dinas Peternakan Kabupaten Magetan memberikan pelatihan cara budidaya cacing sebagai cara alternatif untuk mengurangi limbah kotoran yang dihasilkan oleh para peternak. Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan Nur Haryani mengatakan, beternak cacing merupakan salah satu cara alternatif mudah bagi peternak untuk mengurai limbah ternak mengingat masih banyak peternak yang belum menyadari pentingnya mengatasi limbah ternak sehingga untuk menangani limbah peternakan masih memilih cara konvensional dengan membuang di ladang atau sawah sebagai pupuk kandang.
“Jadi budidaya cacing ini berawal dari adanya permasalahan selama ini limbah dari ternak itu masih jadi masalah serius karena rata rata peternak kita di Kabupaten Magetan belum memiliki kesadaran bagaimana mengolah limbah ternak ini lebih optimal. Jika tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan gangguan lingkungan baik bau, pencemaran lingkungan, pencemaran air dan lain sebagainya, ujung-ujungnya itu akan menjadi masalah social. Kalaupun ada pengelolaan itu masih konvensional hanya ditampung kemudian dibawa ke sawah atau kebun,” ujarnya rabu (22/12/2021)
Nur Haryani menambahkan, selain untuk mengurangi limbah ternak, Budidaya cacing juga menghasilkan nilai ekonomis dari cacing yang dihasilkan karena mempunyai nilai jual yang cukup tinggi. Satu kilo cacing di pasaran mampu dijual Rp 40.000 perkilogram. Selain itu tanah bekas cacing atau kascing selain bernilai ekonomis sebagai pupuk organik juga bisa dimanfatkan untuk memupuk tanaman para petani. Budidaya cacing menurut Nur Haryani selain mengurangi limbah ternak juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi sehingga diharapkan para petani nantinya juga akan serius menggeluti budidaya cacing.
“Dengan budidaya cacing ini peternak akan mendapatkan penghasilan tambahan dari hasil cacing yang dibudidayakan dan kotoran bekas cacing atau kascing ini ini pun bernilai jual juga sebagai pupuk,” imbuhnya.
Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan tahun ini telah memberikan pelatihan kepada 100 peternak untuk mengolah limbah ternak mereka menjadi media untuk memelihara cacing. Rencananya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas peternak cacing Dinas Peternakan akan melakukan studi tiru di Kabupaten Klaten atau Sragen yang sudah 2 tahun telah berhasil mengembangkan budidaya cacing. (DmS)