Rasi Fm – Pandemi covid 19 yang belum bisa dipastikan kapan berakhir membuat sejumlah orang tua siswa mengkhawatirkan pendidikan anak anak mereka. Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Magetan Joko Yono mengatakan, lamanya siswa sekolah tidak melakukan belajar secara tatap muka berpengaruh terhadap kualitas penyerapan materi pendidikan siswa. Pembelajaran secara daring yang dijalankan oleh pemerintah selama pandemic covid 19 menurut Politisi PDIP ini juga tidak bisa maksimal diterima oleh siswa karena sejumlah keterbatasan yang dialami siswa.
“Karena anak-anak sekolah anak-anak kita ini ketika fasilitas dari penggunaan untuk substansi belajar itu tidak lebih dari 20%. 80 % itu hanya untuk main untuk game, main tik tokan, youtube an. ketika kita sudah lepas dari PPKM kemudian kita masuk paketannya level 4. Apakah kita akan menunggu terus sistem belajar mengajar anak-anak kita? “ ujarnya.
Joko Yono menambahkan, selaku Anggota Komisi A yang membidangi pendidikan pihaknya akan memanggil sejumlah pihak untuk bisa mencari formulasi terlaksananya pembelajaran tatap muka yang bisa meminimalisir penyebaran covid 19. Menurutnya pendidikan anak anak belajar secara tatap muka harus segera dicarikan solusi sehingga siswa juga bisa belajar menghadapi system pendidikan yang aman selama masa pandemi covid 19. Hal terburuk dengan mengurangi jam belajar maupun meminimalisir jumlah siswa selama belajar tatap muka harus segera diambil oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Magetan.
Untuk mencari formulasi terbaik sistem pembelajaran tatap muka dimasa pandemic covid 19 Joko Yono mengaku akan mengusulkan adanya rapat dengar pendapat dengan Dinas Pendidikan, orang tua siswa serta sejumlah pihak yang terlibat dalam penanganan covid 19.
“Mendukung dan mensuport pada dinas pendidikan untuk bersemangat untuk melakukan melaksanakan pendidikan ini tatap muka. Kita udah tahu semua, apa prokes dan standar aturan ketika situasi sekarang ini . Sudah barang tentu tidak harus full sekolah bisa separuh sekolah atau seperempat sekolah tapi ini harus dilakukan pendidikan tatap muka. Bagaimana caranya kita ajak ngomong semua komite, guru, murid kalau perlu, ragu ragu perlu buatkan surat pernyataan. Saya punya anak saya siap menandatangani anak saya untuk belajar karena apa, covid ini kita juga belum tahu kapan berakhirnya?” imbuhnya.
Dari data Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan meski tidak pernah mengadakan belajar tatap muka sebanyak 337 anak anak usia 0 hingga 14 tahun terpapar covid 19 selama tahun 2021. (DmS)