Connect with us

Ekonomi&UMKM

Published

on

Rasi Fm – Bunga pinjaman Bank Kredit Desa BKD yang cukup tinggi membuat Kepala Desa Gebyog mengambil langkah pemutihan terhadap macetnya setoran ratusan nasabah. Kepala Desa Gebyog Suyanto mengatakan, langkah pemutihan yang dilakukan diharapkan akan mempermudah masyarakat mengembalikan dana BKD sehingga dana yang kembali bisa disalurkan kepada warga yang membutuhkan untuk pemberdayaan masyarakat dimasa pandemi covid 19.
“Umpama pinjam satu juta, itu setiap bulannya dua ratus, bulan kedua dua ratus bulan ke lima dua ratus kan satu juta. Bulan ke enam tetap dua ratus. Kalau ini sudah masuk 20 persen, saya usulkan jangan dua ratus seratus saja,” imbuhnya.
Dengan langkah pemutihan bunga pinjaman di BKD Suyanto mengaku warganya telah menyanggupi untuk melunasi pinjaman yang selama ini mereka kesulitan membayar cicilan karena selain bunga yang cukup tinggi, pandemic covid 19 juga menyulitkan warga. Dengan penghapusan bunga pinjaman BKD menurut Suyanto merupakan bentuk mensejahterakan masyarakat dimasa pandemic.
“.Karena nanti tujuan saya akhir nanti kalau uangnya sudah masuk minimal 70 persen dari keseluruhan saya punya angen angen bunganya saya mohon diturunkan. Jadi yang namanya perwujudan menyejahterakan masyarakat yang saya bisa dalam ini seperti itu. Bukan dengan cara menggelontorkan memberikan uang tidak. Tapi saya ikut berfikir memikirkan rakyat saya seperti itu,”imbuhnya
Sebelumnya Kepala Desa Gebyog membebaskan warganya dari membayar bunga pinjaman Bank Kredit Desa BKD. Warga juga diberi tenggang waktu untuk melunasi pinjaman mereka dimana bagi warga yang mempunyai hutang 1 juta akan diberi waktu higga 1 tahun untuk melunasi pinjaman, warga yang punya pinjaman 1 hingga 5 juta diberi waktu 2 tahun untuk melunasi pinjaman, sementara warga yang mempunyai pinjaman hingga 20 juta diberi waktu hingga 3 tahun. (DmS)

 43 total views,  3 views today

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *