Connect with us

Pendidikan

Tetap Kreatif Dimasa Pandemi, MTsN 10 Magetan Ajak Siswanya Membuat Batik

Published

on

Tetap Kreatif Dimasa Pandemi, MTsN 10 Magetan Ajak Siswanya  Membuat Batik

Rasi Fm – Belasan siswa Sekolah MTsN 10 Magetan, Kecamatan Sidorejo yang terletak di Jl Raya Sarangan terlihat sibuk dengan peralatan membatik masih masing. Peralatan membatik ciprat mereka bukan canting saja, tetapi ada yang memegang lidi, kuas, bahkan daun dari tumbuhan tertentu untuk dijadikan motif. Kepala Sekolah MTsN 10 Magetan Basuki Prihatin mengatakan, kegiatan membatik dilakukan selain untuk mengenalkan budaya membatik dan memahami proses membatik yang benar juga untuk menambah ketrampilan siswa di tengah masa pandemic covid 19.
“Harapan kita anak anak mempunyai bekal setelah keluar dari madrasah minimal pernah mencoba, melakukan. Tujuan akhir adalah anak bisa menciptakan sendiri dirumah sehingga bisa menjadikan suatu income setelah nanti dewasa,”ujarnya.
Basuki menambahkan, kegiatan belajar membatik dilakukan secara protocol kesehatan dengan pambatasan jumlah siswa dengan mengenakan masker dan cuci tangan serta jaga jarak. Kegiatan membatik di MTsN 10 Magetan merupakan kegiatan wajib bagi siswa sebagai bentuk penghargaan batik sebagai budaya khas dari Indonesia. Dengan terjun langsung praktek membatik maka siswa akan memahami sulitnya membuat batik sehingga menimbulkan kecintaan kepada batik.
“ Jadi batik itu adalah budaya, budaya Indonesia dan itu tidak boleh ditinggalkan karena sudah terkenal di dunia bahwa Indonesia mempunyai batik yang luar biasa. Dan kita Magetan punya batik khas, sangat ironi apabila anak anak kita yang di Magetan tidak melakukan tidak bisa, sangat ironi sekali. Maka siswa MTsN 10 harus pernah melakukan, pernah mencoba disini, sehingga kita memberikan bekal kepada anak anak,” imbuhnya.
Dengan kegiatan membatik rencana MTsN 10 Magetan akan terus melakukan peningkatan kualitas batik buatan siswa sehingga nantinya juga bisa digunakan sebagai seragam sekolah. Saat ini MTsN 10 Magetan sedang mempersiapkan assessment untuk melakukan kegiatan belajar tatap muka dengan menyiapkan kelengkapan kebutuhan pelaksanaan protocol kesehatan. (DmS)

Baca Juga:  Wali Yatim, Program Yayasan Al Hayat Untuk Keberlangsungan Pendidikan Anak Yatim Piatu

 520 total views,  3 views today

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *