Connect with us

News

Program Tahfiz dan Leadership Gelar Kurban, Bagikan 300 Besek Daging untuk Warga

Published

on

Program Tahfiz dan Leadership Gelar Kurban, Bagikan 300 Besek Daging untuk Warga

RASI MEDIA – Program Tahfiz Quran dan Leadership menggelar penyembelihan hewan kurban pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah dengan menyembelih satu ekor sapi dan satu ekor kambing. Kegiatan tersebut berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari masyarakat sekitar, santri, hingga para karyawan.

Pengampu Program Tahfiz Quran dan Leadership, Muhammad Hasrul Faizin mengatakan jumlah hewan kurban tahun ini bertambah dibanding tahun sebelumnya.

“Alhamdulillah untuk tahun ini kita menyembelih satu sapi dan satu kambing. Antusias masyarakat juga sangat luar biasa,” ujar Muhammad Hasrul Faizin.

Ia menjelaskan hewan kurban berasal dari partisipasi masyarakat sekitar, santri, serta para karyawan yang ikut berkurban di lingkungan program tersebut.

Baca Juga:  Mahasiswa Program Pendidikan Setara D 1 ATK Yogyakarta di Magetan Mulai Praktek di LIK Magetan.

“Ini semua dari masyarakat sekitar, anak-anak, biologis, dan karyawan juga,” katanya.

Panitia kemudian membagikan daging kurban kepada warga sekitar dalam bentuk sekitar 300 besek agar distribusi berjalan rapi dan merata.

“Ini dibagikan untuk warga sini. Ada sekitar 300 besek,” jelasnya.

Menurut Hasrul, kegiatan kurban tidak hanya menjadi ibadah tahunan, tetapi juga sarana mempererat hubungan dengan masyarakat sekitar. Selama ini, lingkungan Tahfiz Quran dan Leadership aktif menggelar kegiatan mengaji dan belajar Al-Qur’an untuk anak-anak.

“Kalau masyarakat sekitar ini kita sudah dikenal. Salah satu kegiatannya memang ngaji anak-anak dan belajar Al-Qur’an di sini,” ungkapnya.

Baca Juga:  Perkuat Program Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian Kabupaten Magetan Perluas Program IP 400 Dari 2 Hektar Menjadi 15 Hektar.

Ia menambahkan suasana Iduladha tahun ini semakin meriah karena sebelumnya para santri dan warga menggelar takbir keliling bersama.

“Kemarin malam takbiran itu kita juga ada takbir keliling sama ibu-ibu warga di sini dan itu sangat meriah sekali,” katanya.

Sementara itu, Owner Pusaka Land, Bedib Nana Sambodo menilai momentum Iduladha menjadi pengingat penting tentang makna pengorbanan dalam kehidupan sehari-hari.

“Mengilhami pengorbanan itu penting. Ismail-Ismail kita itu kan kesombongan, jabatan, dan harta,” ujar Bedib Nana Sambodo.

Menurutnya, semangat kurban tidak hanya dimaknai dengan menyembelih hewan, tetapi juga keberanian mengorbankan ego dan sifat buruk dalam diri manusia.

Baca Juga:  Hadiri ijtima di Pondok Pesantrean Al Fatah Temboro Bersama Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Ketua DPRD Kabupaten Magetan Dapat Tugas Pantau MBG.

“Dengan momen kurban ini semoga teman-teman bisa menghilangkan Ismail-Ismail itu. Ismail zaman modern bisa berupa jabatan, harta, bahkan ego kita sendiri,” katanya.

Ia mengatakan kegiatan kurban sengaja digelar di lingkungan tersebut agar para santri dan masyarakat memahami makna keikhlasan dan pengorbanan.

“Kita bikin di sini biar teman-teman memahami untuk mengorbankan Ismailnya masing-masing. Ego itu termasuk Ismail,” terangnya.

Bedib berharap momentum Iduladha mampu menjadi sarana pembelajaran spiritual bagi masyarakat agar lebih ikhlas dan peduli terhadap sesama.

“Biar kurban ini menjadi pelajaran untuk menghilangkan ego dan belajar berkorban,” pungkasnya.

 96 total views,  6 views today