Connect with us

Politik & Pemerintahan

Peringati Hari Disabillitas Internasional 2025, Bupati Magetan Dorong Kesetaraan Hak dan Ruang Berkarya bagi Penyandang Disabilitas.

Published

on

Peringati Hari Disabillitas Internasional 2025, Bupati Magetan Dorong Kesetaraan Hak dan Ruang Berkarya bagi Penyandang Disabilitas.

 

RASI MAGETAN –   Pemerintah Kabupaten Magetan, Jawa Timur  menegaskan komitmennya dalam memberikan hak dan ruang yang setara bagi penyandang disabilitas. Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti mengatakan, anak-anak disabilitas memiliki potensi besar, termasuk dalam bidang seni dan pertunjukan. Menurutnya, pemerintah daerah perlu memberi kesempatan yang lebih luas agar mereka bisa tampil dalam berbagai agenda resmi.“ Anak-anak disabilitas juga bisa menari dan tampil. Ke depan, ini akan kami diskusikan dengan Dinas Sosial agar mereka mendapat kesempatan di setiap kegiatan pemerintah daerah,” ujarnnya usai melihat penampilan anak anak difabel usia remaja yang nenbawakan tarian ikan dalam peringatan Hari Disabilitas Internasionak di Pendopo Surya Graha Senin (22/12/2025).

Baca Juga:  Mengenal Mbah Umar, Pelaku Sejarah Pertempuran 10 November 1945.

Bupati Nanik mengapresiasi kegiatan dalam peringatan HDI tahun 2025 di pendopo Surya Graha karena mampu mempertemukan anak-anak disabilitas, orang tua, serta komunitas pendamping dengan menampilkan karya llukisan aak difabel, tarian dan peluncuran buku tentang perjuangan ibu mereka mendidik anak dengan difabel. . Ia mengaku kagum melihat anak-anak disabilitas mampu beraktivitas dan berkarya bersama meski memiliki keterbatasan.“Saya sangat kagum. Anak-anak disabilitas ini sudah bisa berlari bersama, berkegiatan bersama, dan menunjukkan bahwa mereka juga bisa berkarya,” immbuhnya.

4.000 difabel di Magetan.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Magetan, Parminto Budi Utomo, menjelaskan bahwa kegiatan  Peringatan HDI 2025  menjadi sarana penting untuk menguatkan mental dan motivasi keluarga penyandang disabilitas, khususnya para orang tua. “Kami ingin memberikan hak-hak yang sama bagi keluarga penyandang disabilitas. Banyak orang tua yang merasa sendirian ketika memiliki anak istimewa. Dengan kegiatan seperti ini, mereka menyadari bahwa mereka tidak sendiri,” jelasnya.

Baca Juga:  Polres Magetan Lakukan Sirkulasi 9 Jabatan

Parminto menyebutkan, jumlah penyandang disabilitas di Magetan mencapai sekitar 4.000 orang yang tersebar di berbagai wilayah. Melalui pendampingan komunitas seperti YGAMA, pihaknya telah menjangkau ratusan anak, termasuk penyandang cerebral palsy (CP) yang membutuhkan perhatian khusus. “Anak-anak CP ini sangat membutuhkan pendampingan karena sebagian bahkan jarang mendapat perhatian optimal dari keluarga. Kami berterima kasih kepada komunitas, tetapi ini belum cukup karena masih banyak yang membutuhkan uluran tangan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Diperkirakan Masih Ada 2 Kali Sidang, RAPBD Magetan 2023 Disahkan Akhir Bulan November

Ia menambahkan, Dinas Sosial bersama komunitas berencana memperkuat peran relawan dan mentor agar pendampingan bisa menjangkau lebih luas. Selain itu, pihaknya juga mendorong lingkungan sekitar untuk lebih peduli dan membuka diri terhadap keberadaan penyandang disabilitas. “Masih ada anak disabilitas yang disembunyikan karena stigma. Ini yang ingin kami ubah. Lingkungan dan tetangga harus ikut berperan agar orang tua mau terbuka dan memberikan hak penuh kepada anak-anak mereka,” pungkas Parminto.

Top of Form

 

Bottom of Form

 

Loading

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM